TRIBUNKALTIM.CO - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan ribuan tawon terbang di Jembatan Mahakam IV, Samarinda, Kalimantan Timur pada Sabtu (09/05/2026). 

Ribuan ekor tawon terlihat terbang rendah dan memenuhi ruang udara di sepanjang jalur jembatan.

Adapun video diunggah di Instagram @samarindasosmed.

Dalam rekaman yang beredar, ribuan titik hitam yang merupakan kawanan tawon terbang liar menabrak kaca depan mobil.

Terlihat ada juga pengendara motor yang memilih berhenti dan menepi. 

"Tutup, tutup, tawon!" ucap perekam dari dalam mobil. 

Baca juga: Jelajah Hutan Grand City Balikpapan, Ada yang Disengat Tawon hingga Lemah karena Perut Lapar

Hingga saat ini, belum diketahui pasti penyebab migrasi massal tawon tersebut ke area jembatan.

Namun, fenomena ini menjadi peringatan bagi warga Samarinda yang hendak melintasi Jembatan Mahakam IV untuk tetap berhati-hati dan menutup rapat kaca helm maupun jendela mobil guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Respons Warganet

KAWANAN TAWON - Tangkapan layar ribuan tawon di Jembatan Mahakam IV Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (9/5/2026). Videonya viral di media sosial (Instagram/samarindasosmed)

"Fenomena langka ini," tulis warganet.

"Itu karena habitat sudah dirusak jadi mau pergi kemana tawonnya," tulis warganet.

"Pindah sarang," tulis warganet.

Lihat video lengkapnya KLIK LINK DI SINI

Tentang Tawon

Tawon merupakan salah satu jenis serangga yang termasuk dalam ordo Hymenoptera, kelompok yang sama dengan lebah dan semut.

Serangga ini dikenal memiliki tubuh ramping, sayap transparan, serta sengat yang digunakan untuk mempertahankan diri maupun melumpuhkan mangsa.

Di berbagai daerah di Indonesia, tawon sering ditemukan membuat sarang di pepohonan, atap rumah, lubang tanah, hingga sudut bangunan yang jarang terganggu manusia.

Berbeda dengan lebah yang umumnya menghasilkan madu, sebagian besar tawon dikenal sebagai serangga predator.

Tawon memburu ulat, lalat, belalang, dan serangga kecil lainnya untuk dijadikan makanan larva mereka. 

Karena itu, keberadaan tawon sebenarnya memiliki manfaat penting bagi ekosistem, terutama membantu mengendalikan populasi hama tanaman secara alami.

Secara umum, tawon terbagi menjadi beberapa jenis. Salah satu yang paling dikenal di Indonesia adalah tawon vespa atau sering disebut “tawon ndas” di Jawa.

Jenis ini memiliki ukuran tubuh lebih besar dan sengatan yang sangat menyakitkan.

Ada pula tawon kertas yang membuat sarang berbentuk menyerupai payung dari campuran serat kayu dan air liur. 

Selain itu terdapat tawon tanah yang hidup di lubang-lubang tanah dan tawon parasitoid yang bertelur di tubuh serangga lain.

Tawon memiliki kehidupan sosial yang cukup unik. Dalam satu koloni biasanya terdapat ratu tawon, pekerja, dan pejantan.

Ratu bertugas bertelur dan memimpin koloni, sementara tawon pekerja bertanggung jawab mencari makanan, membangun sarang, dan melindungi kelompoknya.

Sarang tawon dibuat dari bahan mirip kertas hasil kunyahan kayu yang dicampur air liur sehingga membentuk struktur kuat namun ringan.

Meski bermanfaat bagi lingkungan, tawon juga dapat membahayakan manusia jika merasa terancam.

Sengatan tawon mengandung racun yang dapat menyebabkan rasa nyeri hebat, bengkak, kemerahan, bahkan reaksi alergi serius pada sebagian orang.

Dalam kasus tertentu, sengatan tawon dalam jumlah banyak bisa menyebabkan gangguan kesehatan berbahaya hingga kematian, terutama bila menyerang bagian wajah atau saluran pernapasan.

Karena itu, masyarakat disarankan tidak mengganggu sarang tawon secara sembarangan.

Jika menemukan sarang berukuran besar di area rumah atau permukiman, penanganan sebaiknya dilakukan petugas pemadam kebakaran atau tim khusus pengevakuasi serangga berbahaya. 

Biasanya proses evakuasi dilakukan malam hari ketika tawon lebih tenang dan berada di dalam sarang.

Di balik kesan menakutkan, tawon sebenarnya merupakan bagian penting dari rantai kehidupan alam.

Serangga ini membantu menjaga keseimbangan ekosistem dengan memangsa hama dan ikut berperan dalam proses penyerbukan beberapa jenis tanaman.

Karena itu, keberadaan tawon perlu dipahami bukan hanya sebagai ancaman, tetapi juga sebagai makhluk hidup yang memiliki fungsi penting bagi lingkungan.

Baca Lebih Lanjut
Ditjen Hubla Kemenhub Digugat ke PTUN Jakarta Terkait Konsesi Alur Mahakam
Bobby Wiratama
CCTV Jadi Bukti! Viral Diduga Modus Kejahatan Baru di Samarinda, Pura-pura Tabrakan Lalu Minta Rugi
Doan Pardede
Prakiraan Cuaca Kalimantan Timur Sabtu 9 Mei 2026: Balikpapan dan Samarinda Berpotensi Hujan Ringan
Doan Pardede
Banjir Bandang di Muara Madras Merangin, Rumah Terendam dan Jembatan Putus
Heri Prihartono
Air Baku Keruh, Perumda Tirta Mahakam Kukar Siapkan Integrasi 3 IPA
Miftah Aulia Anggraini
Mahasiswi Dibacok Kawanan Begal saat Pertahankan Motor
M Syofri Kurniawan
BBPJN Kaltim Intensifkan Pemeliharaan Jembatan di Ruas Jalan Loa Janan–Tenggarong–Kotabangun
Nur Pratama
Menjelajah terminal otomatis fase IV Pelabuhan Yangshan Shanghai China
Antaranews
Jembatan Penyeberangan Tol Purbaleunyi Bodogol-Batusari Bandung Retak, Warga Khawatir
Dedy Herdiana
2 Kota dengan Sebaran Kasus HIV/AIDS Terbanyak di Kalimantan Timur 2025
Heriani AM