TRIBUNNEWSMAKER.COM - Berawal dari warisan sang nenek, produk rajut asal Klaten kini perlahan berhasil menembus pasar nasional hingga menarik perhatian lebih luas.

Kisah perjuangan pelaku UMKM ini pun menjadi bukti bahwa usaha rumahan yang diwariskan turun-temurun bisa berkembang menjadi peluang besar.

Kerajinan rajut di Kabupaten Klaten sendiri memang telah lama dikenal sebagai usaha turun-temurun.

BERITA KLATEN - Potret masyarakat Klaten saat membuat tas rajut.
BERITA KLATEN - Potret masyarakat Klaten saat membuat tas rajut. (Dok./jatengprov.go.id)

Bahkan di beberapa wilayah, kemampuan merajut diwariskan dari generasi ke generasi dan menjadi sumber penghidupan warga.

Fokus utama dalam kisah ini adalah bagaimana warisan keluarga yang awalnya hanya dikerjakan secara sederhana di rumah, kini mampu berkembang berkat ketekunan, kreativitas, dan dukungan pemasaran.

Produk rajut yang dibuat tidak hanya berupa tas, tetapi juga dompet, pouch, boneka hingga aksesori handmade dengan berbagai motif menarik.

Baca juga: Motif Pembunuhan Ustazah di Banjarbaru Terungkap, Pelaku Kepepet Kebutuhan, Sempat Pinjam Uang

Perjalanan usaha rajut tersebut disebut bermula dari keterampilan yang diwariskan nenek kepada keluarganya.

Dari keterampilan sederhana itu, usaha kemudian dirintis perlahan hingga berkembang menjadi UMKM yang memiliki pasar lebih luas.

Keuletan pelaku usaha menjadi kunci penting. Meski sempat terkendala modal dan pemasaran, usaha rajut tetap dijalankan sambil terus mengikuti perkembangan tren dan kebutuhan pasar.

Perkembangan teknologi dan media sosial juga disebut menjadi titik penting dalam memperluas pemasaran produk lokal Klaten agar dikenal masyarakat luar daerah.

BERITA KLATEN - Kerajinan tas rajut khas Klaten. (Dok./jatengprov.go.id)

Tak hanya fokus pada penjualan, usaha rajut tersebut juga ikut membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

Beberapa pelaku UMKM bahkan melibatkan ibu rumah tangga hingga komunitas difabel untuk ikut memproduksi kerajinan rajut.

Keberhasilan produk rajut asal Klaten menembus pasar nasional menjadi harapan baru bagi pelaku UMKM daerah.

Baca juga: Ahmad Dhani Bereaksi Keras saat El Rumi Usul Dul Jaelani Nikah di KUA: Saya Bapaknya, Terserah Saya

Warisan tradisional yang dulu hanya dikenal di lingkungan sekitar kini perlahan mampu bersaing dengan produk modern.

Kisah ini sekaligus menunjukkan bahwa warisan keluarga bukan sekadar kenangan masa lalu, tetapi juga bisa menjadi peluang usaha besar jika terus dikembangkan dengan inovasi dan semangat pantang menyerah.

(Tribunewsmaker.com/Candra)

Baca Lebih Lanjut
4 Rekomendasi Tas Goni Estetik dari Cenderaloka, Ada Motif Lukisan Bunga
Ananda Putri
Asal Usul Nama Desa Tombol di Klaten Dekat Wisata Air Umbul Ponggok, Banyak yang Salah Sangka!
Candra Isriadhi
Kisah Dony Tri Pamungkas, Pemuda Teras, Boyolali Jateng yang Tembus Timnas, dari Keluarga Sederhana
Galuh Palupi
Tidak Ada Pohon Pisang di Dukuh Bernama Unik Ini, Nekat Menanam Bisa Sakit
Detik
One & I Tawarkan Tas Premium Harga Terjangkau, Diskon Hingga 80 Persen Sambut Tahun Ajaran Baru
Siti Fatimah
50 Mobil KDMP di Klaten Diserahkan, Bupati Hamenang: Jadi Pemantik Ekonomi Desa
Delta Lidina
Kisah Diva Darling, Pipa Rokok 'Gading' Buatan Tegal yang Tembus Pasar Amerika dan Jepang
Rustam Aji
Lombok Kuning Simpati, Dari Meja Bakmi Keluarga Menuju Pasar Dunia Melalui Sentuhan Rumah BUMN
Muh. Abdiwan
Uniknya Ras Kambing Kaligesing di Klaten, Kambing Mandi Tiga Kali Sehari, Harga Tembus Ratusan Juta
M Syofri Kurniawan
Wanita Lansia Terekam CCTV Curi Tas Pegawai Grosir Kosmetik di Pasar Petisah Medan
Ayu Prasandi