TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kasus dugaan penganiayaan terhadap asisten rumah tangga (ART) yang menyeret nama Rien Wartia Trigina alias Erin terus menjadi perhatian publik. Di tengah ramainya sorotan tersebut, pengacara kondang Hotman Paris ikut menyoroti satu aspek penting yang dinilai bisa menentukan arah penanganan perkara.
Menurut Hotman, keberadaan hasil visum dan saksi menjadi kunci utama dalam perkara dugaan kekerasan. Ia menilai, tanpa dua hal tersebut, proses hukum akan sulit berkembang lebih jauh meski laporan sudah masuk ke kepolisian.
"KDRT sudah pasti kalau ada visum ada saksi ya udah itu aja," ujar Hotman, dikutip dalam YouTube Reyben Entertainment, Jumat (8/5/2026).
Ia menambahkan, penyidikan umumnya tidak dapat berjalan maksimal apabila tidak ditemukan bukti medis yang menguatkan dugaan penganiayaan.
"Pada dasarnya penyidikan tidak berlangsung kalau visum tidak ada," jelasnya.
Hotman juga menegaskan bahwa seluruh proses nantinya akan bertumpu pada pembuktian. Jika unsur kekerasan tak bisa dibuktikan, maka perkara berpotensi berhenti di tahap penyelidikan maupun penyidikan.
"Kalau bukti penganiayaan tidak ada proses pembuktiannya tidak ada bisa macet, penyidikannya bisa berhenti."
Di sisi lain, isu mengenai gaji ART yang disebut belum dibayarkan turut ramai diperbincangkan. Namun menurut Hotman, persoalan tersebut tidak berkaitan langsung dengan dugaan penganiayaan yang kini diproses polisi.
"Enggak ada kaitan gaji dengan naik sidik soal penganiayaan, enggak ada kaitan memperberat gitu," pungkas pria berusia 66 tahun ini.
Sebelumnya, mantan ART bernama Herawati atau Hera membeberkan dugaan perlakuan kasar yang dialaminya saat bekerja di rumah Erin. Ia mengaku insiden bermula ketika sedang membersihkan rumah pada sore hari.
"Gini ceritanya, itu posisinya kan jam tiga sore emang bersih-bersih rumah Bu Erin itu tuh dua kali. Pagi jam lima, sama jam tiga sore. Pas posisi itu jam tiga sore itu saya udah megang sapu, udah bersihin atas," ungkap ART yang akrab disapa Hera itu mengurai kisah pahitnya, dikutip dari YouTube Cumicumi, Minggu (3/5/2026).
Menurut Hera, saat sedang membersihkan debu di lantai atas, Erin disebut tiba-tiba naik dan mempermasalahkan kondisi kamar serta kamar mandi yang dianggap belum rapi.
"Saya lagi mukul-mukul kursi, bersihin debu. Dia tuh tiba-tiba ke atas terus lihat kamarnya Mas Dio itu gordennya enggak dibuka, terus kamar mandinya masih kebuka. Kan posisinya paginya kamar mandinya saya bersihin. Menurut saya, nantilah saya tutup," lanjutnya.
Baca juga: Kesal Namanya Dikaitkan dengan Kasus Penganiayaan Erin Eks Istri, Andre Taulany: Gue Baik Sama ART
Hera mengaku sempat mencoba menyelesaikan pekerjaannya sambil meminta maaf. Namun suasana disebut memanas setelah Erin terus menegurnya.
"Terus saya keliling, saya tutup-tutupin semua. Eh itu kan belum jam lima, jam tiga ibunya sudah ke atas, sudah marah-marah," tandasnya.
"Katanya kalau di sini, di rumah saya tuh enggak boleh ada kamar mandi kebuka. Terus ini gorden kenapa ditutup? Buka, cepetan buka," ujar Hera menirukan ucapan Erin saat itu.
"Jangan injak karpet, katanya. Ya saya buka dong. Iya bu, maaf. Saya gitu. Nah terus dia bilang, kamu itu kalo kerja pake otak kalau di sini enggak bisa seenaknya. Ini debu masih ada di atas tong sampah. Terus saya bilang, iya bu nanti saya lap."
Tak lama kemudian, Hera mengaku mengalami pemukulan menggunakan sapu yang sebelumnya ia pegang.
"Nah habis itu saya kan megang sapu, dia bilang kamu itu dari tadi kerjanya tol*l, enggak becus kerjanya. Dia ngambil sapu yang saya pegang langsung dia pukul kepalaku. Kamu nih, enggak kepakai di rumah saya. Kamu tuh enggak bisa kerja. Terus saya bilang, Bu jangan main tangan dong Bu, sakit Bu. Dipukul lagi saya pakai sapu itu kedua kalinya," beber Hera.
"Nah, habis kedua kali itu dia tuh bilang, udah kamu kerjakan yang benar. Ganti spreinya ini," kenang Hera.
Baca juga: Memanas! Kasus Saling Lapor Rien Wartia Eks Istri Andre Taulany & ART, Saksi Belum Dipanggil Polisi
Hera lalu mencoba meminta pertolongan kepada putra Andre Taulany, Kenzy. Namun pengakuan tersebut disebut justru membuat situasi semakin memanas.
"Awalnya tuh gini, HP saya dipecahin gara-gara ngehubungin kepala yayasan, minta tolong kak, saya di sini dianiaya Ibu Erin. Bantuin saya keluar dari sini, bagaimana caranya. Nah terus Mas Kenzy pulang sekolah, saya lari ke kamar Mas Kenzy.
"Mas, tolong saya habis dipukul ibu dua kali. Terus Kenzy bilang, Ya Allah Mbak, kenapa? Terus saya dipanggil tuh sama Ibu Erin. Katanya, Herawati sini turun. Saya pun lari. Nah, karena kan saya tadi ngehubungin ibu yayasan, mungkin ibu yayasan nelpon ke Bu Erin, meledaklah dia di situ. Nambah makin marah," tukasnya.
Hera mengklaim dirinya kemudian diminta jongkok sebelum kembali mendapat perlakuan kasar.
"Kata dia gini. Kamu sini jongkok, jangan berdiri. Iya, Bu, saya jongkok kan di depan dia. Dia pakai mukena itu mau salat asar. Nah habis itu dia tendang kepala saya satu kali, ditendang sampai saya terjengkang.
"Ya Allah, Bu, maaf, Bu. Kenapa, sih, Bu. Jangan kasar, Bu. Aku bilang gitu kan," ucap Hera memohon belas kasihan.
Menurut Hera, dirinya sempat meminta izin keluar dari rumah meski gaji tidak dibayarkan. Namun situasi disebut semakin memburuk setelah ponselnya ikut dibanting.
"Udah, kamu kerja yang benar, kamu jangan macam-macam sama saya. Kamu enggak bisa kelaur dari sini karena belum ada penggantinya.
"Enggak apa-apa, Bu, saya keluar dari sini aja.
"Bu Erin bilang, enggak saya gaji kamu. Enggak apa-apa enggak digaji, Bu, saya mau keluar, Bu. Tolongin saya. Di cuma ngangguk," katanya.
"Udah kamu jangan macam-macam, sana kembali kerja. Kerja yang benar. Pokoknya kamu harus kerja yang benar, pakai otak, ngerti nggak? Sini HP. Terus HP saya kasih dia kan, saya taruhlah di tangga, terus sama dia dibanting dua kali itu dibawa masuk. Kamu kenapa telepon Ibu yayasan, kamu toll, yayasan kamu toll, saya sudah minta pengganti kamu," seloroh Hera.
Tak lama setelah kejadian tersebut, Hera memilih meninggalkan rumah Erin tanpa membawa barang-barangnya.
"(Semua barang) Masih di rumah Ibu Erin semua. Saya keluar hanya badan saya sendiri, enggak bawa apa-apa," tandasnya. (TribunNewsmaker/BanjarmasinPost)