TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI- Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor atau Polresta Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) menemukan kekerasan terhadap tubuh korban NN (44) yang ditemukan hanyut di sungai.
Hasil ini berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kendari pada Minggu (10/5/2026).
Sebelumnya jenazah NN ditemukan hanyut di permandian air jatuh di Jalan Lasolo, Kelurahan Sanua, Kecamatan Kendari Barat.
Proses autopsi dinyatakan selesai pada Senin (11/5/2026) sekitar pukul 01.23 WITA.
Dari pantauan TribunnewsSultra.com, keluarga korban turut membersamai hingga proses autopsi dinyatakan selesai.
Ibu dari almarhum tak kuasa menahan tangis hingga tak sanggup berdiri setelah mendengar hasil autopsi anaknya NN.
Baca juga: Warga Sanua Kendari Digegerkan Penemuan Mayat Pria di Sungai Lasolo, Tersangkut Kayu saat Arus Deras
Terlihat sang ibu dibopong oleh keluarga untuk dapat melihat korban setelah menjalani proses autopsi.
Di depan bangunan kompartemen dipadati Tim Buser77, Unitkam Sat intelkam, dan Resmob Polda Sultra.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mengungkapkan pihaknya tengah mendalami dugaan kekerasan terhadap korban NN.
“Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan ditemukan adanya indikasi kekerasan terhadap korban NN (44), sehingga kami menghimbau kepada keluarga jika mengetahui informasi sekecil apapun agar disampaikan ke kami,” ungkapnya kepada keluarga korban yang disambut isak tangis.
Diketahui sejumlah tanda kekerasan terdapat ditubuh korban mulai dari kepala, leher, hingga dada.
Ia juga menyampaikan belasungkawa terhadap keluarga yang ditinggalkan oleh almarhum.
Setelah proses autopsi dinyatakan selesai, jenazah selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga dan selanjutnya dibawah ke rumah duka.
(*)
(TribunnewsSultra.com/ La Ode Ahlun Wahid)