TRIBUNJAKARTA.COM - Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di ruas jalan Ponorogo-Bungkal kilometer 15-16, tepatnya di wilayah Desa Bancar, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Selasa (12/5/2026).
Insiden itu melibatkan sepeda motor Honda Scoopy dengan mobil pikap Daihatsu yang bertabrakan dari arah berlawanan.
Akibat kecelakaan tersebut, seorang bocah laki-laki berusia tujuh tahun meninggal dunia.
Sementara tiga korban lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani penanganan.
Korban meninggal merupakan warga Dukuh Gabahan, Desa Kalisat, Kecamatan Bungkal.
Bocah tersebut merupakan anak dari Kepala Desa Kalisat, Imron Ashari, yang saat kejadian turut berada di atas sepeda motor bersama istrinya.
“Selain satu meninggal dunia, 3 orang lain mengalami luka dan dirawat di rumah sakit,” ungkap Kanit Gakkum Satlantas Polres Ponorogo, Abdul Kholik, Selasa (12/5/2026) dikutip dari TribunJatim.
Korban sempat dilarikan ke RSUD dr Harjono untuk mendapat pertolongan medis.
Namun nyawanya tidak tertolong akibat luka berat yang dialami.
“Korban sempat dilarikan ke RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) dr Harjono. Namun kemudian dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang diderita,” urainya.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara kepolisian, kecelakaan bermula saat mobil pikap bernomor polisi AE-1023-TF yang dikemudikan Zahrial Zamzami melaju dari arah utara menuju selatan.
Di saat bersamaan, dari arah berlawanan datang sepeda motor Honda Scoopy AE 5345 WH yang dikendarai Imron Ashari.
Saat itu Imron membonceng istrinya, Siti Romelah, serta putranya.
Jarak kendaraan yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan frontal tidak dapat dihindari.
“Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi, kendaraan Daihatsu Pick Up melaju dari arah utara ke selatan dengan kecepatan sekitar 50 kilometer per jam,” tegasnya.
Kerasnya benturan membuat para penumpang sepeda motor terpental ke badan jalan.
Seluruh korban kemudian langsung dievakuasi menuju RSUD dr Harjono untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun nahas, Al Hafidz dinyatakan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan.
Sementara itu, kondisi Imron Ashari dikabarkan cukup serius hingga direncanakan menjalani rujukan ke rumah sakit di Solo.
Sekretaris Desa Kalisat, Tony, membenarkan kabar duka tersebut.
“Iya, anaknya pak lurah meninggal dunia. Lalu untuk Pak Lurah (Imron Ashari) rencananya akan dirujuk ke Solo untuk penanganan lebih lanjut, sementara Ibu Siti Romelah masih dirawat di RSUD dr. Harjono Ponorogo,” pungkasnya.
Baca juga: Cegah Kerusakan Ekosistem, Petugas Gabungan Tangkap Ikan Sapu-sapu di Kali Ciliwung Pademangan Jakut
Baca juga: Pemprov DKI Tak Akan Tolerir Parkir Ilegal, Kasus di Blok M Bakal Didalami
Baca juga: Parkir Ilegal Blok M Beromzet Rp100 Juta per Hari, Pemprov DKI Janji Bongkar Dugaan Penyimpangan