TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Harga karet global kembali menguat ada perdagangan Selasa, (12/5/2026) dibandingkan harga kemarin, senin (11/5/2026)
Berdasarkan data SGX-Sicom, harga karet berada di level 223,3 US Cent/Kg dengan kurs Rp 17.328 per dolar AS.
Sekjen APKARINDO Sumsel H. Rudi Arpian mengatakan, penguatan harga di pertengahan Mei dinilai menunjukkan tren kenaikan yang semakin solid.
Setelah sempat terkoreksi tipis di awal pekan, pasar kembali bergerak naik dengan cepat dan mendekati level tertinggi sebelumnya.
Kondisi ini menjadi sinyal bahwa minat beli pasar masih cukup tinggi dan momentum penguatan belum melemah.
Harga yang tetap bertahan di atas Rp 38 ribu/Kg juga memperlihatkan fase penguatan baru mulai terbentuk.
Di tengah tren positif tersebut, petani diimbau tetap menjaga mutu bokar secara konsisten.
Penggunaan koagulan sesuai anjuran, menjaga bokar tetap bersih, serta menghindari kontaminasi limbah maupun perendaman dinilai menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas dan harga jual karet.
"Semakin tinggi kadar KKK, semakin murni kandungan karet dan semakin sedikit kadar air di dalam bokar, sehingga harga jual di tingkat petani akan lebih tinggi," kata Rudi.
Harga SGX-Sicom: 223,3 US Cent/Kg
• Kurs: Rp 17.328 per dolar AS
• Harga KKK 100 persen: Rp 38.693/Kg
• Kenaikan: Rp 504/Kg dibanding Senin, 11 Mei 2026
Harga berdasarkan KKK 70 % : Rp 27.085/Kg
• KKK 60 % : Rp 23.216/Kg
• KKK 50 % : Rp 19.347/Kg
• KKK 40 % : Rp 15.477/Kg
• KKK 30 % : Rp 11.608/Kg
Harga tersebut belum dipotong biaya produksi.
(*)