SURYA.CO.ID, MALANG – Warga Surabaya dan sekitarnya yang ingin berlibur ke lokasi wisata di kawasan pantai Selatan Malang perlu mengantisipasi pilihan jalur perjalanan melalui jalur alternatif.

Pasalnya, proyek perbaikan jalan Gondanglegi-Bantur di Kabupaten Malang berjalan molor dan hingga kini masih belum tuntas.

Ada 3 jalur alternatif menuju lokasi wisata Pantai di Malang Selatan yang disarankan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Malang bagi warga yang akan mengisi libur long weekend, Hari Kenaikan Yesus Kristus di akhir pekan ini.

Dinas Perhubungan Kabupaten Malang mengimbau masyarakat yang hendak berlibur ke Malang selatan untuk tidak melintas ke jalan Gondanglegi-Bantur karena beberapa ruas jalan tersebut masih dalam proses perbaikan.

Langkah antisipasi ini sangat penting dilakukan demi menghindari kemacetan parah, terutama pada momen libur akhir pekan panjang minggu ini.

Baca juga: Segoro Kidul Jeep Adventure, Jelajah Pantai Malang Selatan dengan Perjalanan yang Berbeda

 

3 Jalur Alternatif Aman Menuju Pantai Malang Selatan

Guna memecah potensi kelumpuhan arus lalu lintas, pihak berwajib telah memetakan rute alternatif bagi para pelancong.

Wisatawan yang tetap ingin menikmati keindahan pantai di Malang selatan diimbau memanfaatkan tiga jalur alternatif resmi yang kondisinya jauh lebih aman dan lancar.

Tiga jalur alternatif yang bisa dilalui untuk menuju ke Malang selatan :

Jalur Kepanjen - Pagak - Donomulyo.

Lalu ada jalur alternatif Sumberpucung - Kalipare - Donomulyo.

Pilihan jalur alternatif ketiga melalui Turen - Sumbermanjing Wetan.

Baca juga: Akses Wisata dan Ekonomi Malang Selatan Makin Luas, Wagub Jatim Emil Percepat Pelebaran Jalan

 

Proyek Jalan Rp 343 Miliar Molor Akibat Lahan Sengketa

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Eko Margianto menyarankan kepada pengguna jalan untuk melintas ke jalur alternatif lainnya.

"Jalan Gondanglegi-Bantur masih dalam proses perbaikan, kami sarankan untuk melewati jalur alternatif lainnya," kata Eko.

Berdasarkan data teknis, proyek raksasa yang didanai pinjaman Islamic Development Bank (IsDB) sebesar Rp 343,70 miliar ini dipastikan tidak bisa selesai tepat waktu dari target awal Mei 2026.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi mengatakan pembangunan Jalan Gondanglegi-Balekambang yang awalnya ditargetkan tuntas pasa Mei 2026 kini diperpanjang hingga akhir tahun.

Pria dengan sapaan Oong itu menyebutkan, terakhri progras pembangunan jalan sudah mencapai 60 persen per bulan lalu.

"Pengerjaan yang Lot B itu Insya Allah selesai di September ini sedangkan Lot A itu di... Desember," kata Oong.

Hambatan utama mundurnya pengerjaan jalan sepanjang total 30,48 kilometer ini terjadi karena masalah pembebasan lahan untuk pelebaran jalan hingga 13 meter.

"Sudah ada penetapan lokasi (penlok) saat ini sisa 100 bidang tanah yang belum bisa dibebaskan dan akan segera tuntas," sambungnya.

Pembagian lot pengerjaan sendiri menempatkan Lot A dari Gondanglegi ke Wonokerto dengan usulan anggaran Rp 168,70 miliar.

Sementara Lot B dari Wonokerto ke Balekambang dengan sisa anggaran sekitar Rp 175 miliar.

Baca Lebih Lanjut
Disparbud Kabupaten Malang Evaluasi Keamanan Wisata Pantai Selatan Setelah Insiden Wediawu
Samsul Arifin
Insiden di Pantai Wediawu Jadi Sorotan, Disparbud Malang Panggil Pengelola Wisata
Wiwit Purwanto
Cari Wisata Murah di Gunungkidul, Yogyakarta? Ini 5 Pantai Favorit Wisatawan 
Tim TribunStyle
Macet di Pantura Kendal, 2 Jam Kendaraan Belum Jalan
Rival al manaf
Bosan ke Mal Terus? Cobain 17 Spot Jalan-jalan Seru di Jakarta Ini Buat Weekend!
Detik
Cuaca Malang-Kota Batu Hari Ini Senin 11 Mei 2026: Cerah, Sebagian Kabut, Wajak-Turen Berawan
Sarah Elnyora Rumaropen
Wisata Bale Rantjah Park di Boyolali, Tawarkan Pengalaman Berenang dengan Suasana Unik Bak di Pantai
Eri Ariyanto
Truk Pengangkut Beras Terbalik hingga Timpa Toyota Rush di Jalur Wisata Jompie Parepare
Saldy Irawan
Harga Tiket Malang Skyland Mei 2026, Sensasi Jembatan Kaca Viral di Malang, Jawa Timur!
Tim TribunStyle
Cuaca Malang-Kota Batu Hari Ini Jumat 8 Mei 2026: Cerah Merata, Waspada Udara Kabur di Bumiaji
Sarah Elnyora Rumaropen