TRIBUNJATIM.COM - Inilah sosok Sebastian Beccacece, pelatih Timnas Ekuador di Piala Dunia 2026.
Diketahui, turnamen akbar ini akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.
Beccacece sendiri punya misi pada Piala Dunia 2026.
Lantas, seperti apa profilnya?
Beccacece merupakan pelatih sepak bola asal Argentina yang lahir di Rosario, Argentina, pada 17 Desember 1980. Saat ini usianya 45 tahun.
Fakta menariknya adalah, Beccacece tidak memiliki pengalaman sebagai pemain sepak bola profesional.
Beccacece membangun reputasinya sepenuhnya dari jalur kepelatihan sejak usia muda hingga akhirnya mampu mencapai level tim nasional.
Memiliki Lisensi UEFA Pro, ia dikenal sebagai pelatih modern dengan pendekatan taktik intensitas tinggi dan organisasi permainan yang rapi.
Beccacece memulai karier kepelatihannya pada 2003 sebagai asisten pelatih di Sport Boys.
Ia lalu melanjutkan peran serupa di Coronel Bolognesi periode 2004–2006.
Pada 2007, Beccacece menjadi asisten pelatih di Sporting Cristal, lalu berlanjut ke O’Higgins (2008–2009), dan CS Emelec (2010).
Setelah itu, ia bergabung dengan Universidad de Chile sebagai asisten pelatih pada 2011–2012.
Pengalamannya semakin matang ketika ia menjadi asisten pelatih Timnas Chili (2012–2015), kemudian Timnas Argentina pada 2017–2018.
Ia juga sempat menangani Timnas Argentina U20 pada 2017–2018 sebagai pelatih kepala.
Baca juga: Daftar Jadwal Rilis Skuad Akhir Piala Dunia 2026, Kepastian Cristiano Ronaldo Dinanti
Beccacece kemudian dipercaya sebagai pelatih kepala Defensa y Justicia (2018–2019), Independiente (2019), Racing Club (2020–2021), kembali ke Defensa y Justicia (2021-2022) sebelum melanjutkan petualangan ke Eropa bersama Elche CF (2023-2024).
Hingga pada akhirnya, ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Ekuador pada 1 Agustus 2024 dengan kontrak hingga 31 Desember 2026.
Di Piala Dunia 2026, Beccacece bersama Timnas Ekuador akan memulai perjalanannya dari Grup E bersama Jerman, Curacao, dan Pantai Gading.
Beccacece meyakini bahwa Timnas Ekuador memiliki kombinasi kualitas fisik, disiplin, dan perkembangan taktik yang membuat mereka mampu membuat kejutan di Piala Dunia 2026 melebihi pencapaian edisi sebelumnya yang sudah kandas di fase grup.
"Saya melihat potensi besar Ekuador sejak Piala Dunia 2022, sama seperti Jepang dan Maroko. Tim ini memiliki kualitas fisik yang sangat baik dan terus berkembang menjadi tim yang lebih dominan dan terstruktur."
"Kunci perkembangan kami adalah meningkatkan kualitas individu pemain, terutama dalam pengambilan keputusan, umpan, dan penempatan posisi. Saya yakin mereka mampu mencapai level yang lebih tinggi."
"Secara statistik kami berkembang pesat, dari penguasaan bola yang sebelumnya sekitar 52–53 persen kini meningkat menjadi sekitar 70 persen di beberapa pertandingan. Kami juga lebih efektif dalam menyerang dan lebih solid dalam bertahan."
"Tim ini memiliki mental yang kuat, selalu berlari dan berjuang untuk satu sama lain. Itu terlihat bahkan ketika kami bermain dengan 10 pemain, kami tetap bisa bersaing dengan intensitas tinggi," kata Beccacece, dikutip dari laman resmi FIFA.