Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Sebuah kisah pilu sekaligus mengharukan datang dari Desa Kabul, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah. 

Ihsan (35), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sempat hilang kontak selama 20 tahun di Malaysia, akhirnya ditemukan dalam keadaan hidup dan menghubungi melalui video call.

Dalam rekaman yang diterima TribunLombok.com berdurasi 2 menit 32 detik tampak pihak keluarganya ada yang sampai pingsan, dan ada pula yang menangis meluapkan rindu yang bertahun-tahun dipendam.

Namun, kabar bahagia ini menyisakan duka mendalam karena sang ayah telah meninggal dunia tanpa sempat melihat wajah putra keduanya itu untuk terakhir kalinya.

Baca juga: PMI Asal Lombok di Malaysia Muncul Lagi Setelah 20 Tahun Hilang Kontak, Awalnya Dikira Meninggal

Esan berangkat ke Malaysia pada tahun 2007 bersama kakaknya, Bahri. 

Setelah kontraknya habis, ia memilih menetap dengan status non-prosedural dan sejak saat itu komunikasi mulai terputus total.

Selama belasan tahun tanpa kabar, sang ayah terus memikirkan nasib Ihsan hingga kondisi kesehatannya menurun drastis.

Paman Ihsan, Joni Sutangga menceritakan betapa berat beban batin yang ditanggung sang ayah selama masa penantian tersebut. 

“Bayangkan sampai meninggal bapaknya bertahun-tahun menunggu kepulangannya (Esan),” ucap Joni menjawab TribunLombok.com, Kamis (14/5/2026).

Menurutnya, sang ayah langsung drop dan jatuh sakit setelah anaknya dikabarkan hilang dan tanpa kabar.

Duka keluarga semakin memuncak ketika muncul kabar burung mengenai kecelakaan kapal tenggelam seingatnya pada tahun 2017 yang diduga membawa penumpang dari Malaysia.

Karena tidak ada kabar sama sekali, keluarga besar di Desa Kabul sempat meyakini bahwa Ihsan telah meninggal dunia.

“Bahkan keluarga menganggap sudah meninggal, sempat ada rencana mau dizikirkan (doa kematian),” tambah Joni.

Namun pada Selasa (12/5/2026) malam, Joni menerima pesan melalui Facebook Messenger dari sebuah akun asing.

Pengirim pesan mengaku sebagai Esan sehingga Joni terkejut dan tidak percaya karena selama ini keluarga sudah mengikhlaskan Esan sebagai orang yang telah tiada.

"Langsung saya tanya lagi, kakaknya Ihsan atau adiknya Ihsan? Dia jawab, 'Saya Ihsan, adiknya Bahri'. Seketika itu saya langsung gemetaran, saya histeris,” ujar Joni.

Untuk memastikan, Joni melakukan video call dan melihat wajah keponakannya yang telah hilang selama dua dekade.

Esan saat itu kata Joni, mengungkapkan bahwa salah satu alasan dirinya tidak bisa memberikan kabar selama bertahun-tahun adalah karena sempat mendekam di penjara di Malaysia.

Kini, Esan sedang dalam perjalanan pulang dari Batam menuju Tanjung Priok untuk kembali ke kampung halamannya di Lombok.

(*)

Baca Lebih Lanjut
PMI Asal Lombok di Malaysia Muncul Lagi Setelah 20 Tahun Hilang Kontak, Awalnya Dikira Meninggal
Wahyu Widiyantoro
Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan Sukses Hanyutkan Penonton di Medan
Ayu Prasandi
'Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan', Tangis Haru Penonton di Yogyakarta Merawat Kenangan
Yoseph Hary W
Taiwan Jadi Tujuan Favorit Para PMI Asal Trenggalek, Eropa dan Timur Tengah Masih 1,1 Persen
Januar
Keluarga Korban dan Pelaku Dugaan Penganiayaan Bocah di Siak Merupakan Perantau Asal Sumut
Muhammad Ridho
Ibnu Jamil Bongkar Ketakutan Terbesarnya sebagai Ayah, Takut Momen Ini Terjadi pada Anak-anaknya
Argia Melanie Pramesti
232 PMI Dipulangkan dari Malaysia Via Batam, Termasuk Bayi 3 Bulan, Sempat Terpisah dari Ibunya
Eko Setiawan
20 Tahun Jadi Sopir Bus ALS, Zulpan Sedang Istirahat Saat Kecelakaan Maut, Jasad Belum Dikenali
Vivi Febrianti
Ayah Vidi Aldiano Kenang Momen Haru Sheila Dara Suapi Vidi Aldiano di RS, Kini Janji Jaga Menantu
Apriantiara Rahmawati Susma
Gunung Dukono di Halmahera Malut Erupsi: 20 Pendaki Dilaporkan Hilang, 3 Orang Tewas
Gryfid Talumedun