Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Kawanan unta di Peternakan Berkah Wafa Fram (BWF) di Dusun Dateng, Desa Watesnogoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dikenal sangat jinak saat didekati pengunjung.

Hewan unik ini bahkan tak segan menghampiri kerumunan orang yang berada di kawasan peternakan, terutama jika pengunjung membawa wortel yang merupakan makanan favorit unta Ngoro.

Baca juga: Masyarakat Nantikan Kelanjutan Kejari Batu Tangani Dugaan Jual Beli Kios Pasar Among Tani: Mandeg?

Pengelola peternakan, Faisal Effendi mengatakan, butuh waktu cukup lama untuk membiasakan unta berada di kerumunan orang di peternakannya.

Untuk menjinakkan unta, dirinya membangun kedekatan dengan hewan peliharaannya tersebut.

Salah satunya dengan treatment memberi pakan wortel sembari mengelus satwa gurun pasir tersebut.

"Wortel digunakan karena kita ingin (unta) familiar dan lebih jinak," ujar Faisal, Kamis (14/5/2026).

"Jadi semacam kita ajari feeding (memberi makan satwa), meskipun kita bukan wisata. Kalau unta jinak, kan yang melihatnya ikut senang," lanjut dia.

Menurutnya, dari 7-8 ekor, saat ini ada empat unta yang tempatkan di kandang ujung belakang peternakan, mereka adalah Bela, Lala, Heri, dan Bimbim.

Sedangkan, sisanya sebagian masih dipinjamkan ke beberapa peternak Setia Farm di Yogyakarta, Mini Zoo, dan lainnya.

Dirinya meyakini, unta adalah hewan peliharaan yang jinak seperti halnya sapi dan kambing.

"Unta merupakan hewan yang unik menurut kami dan lucu juga menggemaskan. Kalau orang bilang unta galak, ternyata enggak, buktinya kita bisa interaksi banget," bebernya.

Dikatakan Faisal, rencananya, beberapa unta akan dilatih khusus untuk dibiasakan mengenakan pelana.

Sehingga, ke depannya, pengunjung tidak hanya menyaksikannya, tetapi juga dapat naik unta.

"Nanti sambil berproses unta kita ajari pelan-pelan pakai pelana, kalau dipaksakan tidak bisa jadi harus bertahap," tuturnya.

Ia menambahkan, pihaknya mengapresiasi masyarakat yang menyempatkan diri berkunjung ke peternakannya.

Pengunjung gratis tanpa dipungut biaya.

Dirinya berharap, peternakannya dapat berkembang dan dampaknya turut dirasakan masyarakat setempat.
 
"Kita senang, orang bisa datang ke sini bisa melihat unta dan 100 persen tidak kita kenakan biaya."

"Apalagi pengunjung bawa wortel, jadi bisa sedikit mengurangi biaya operasional pakan ternak," tukasnya.

Seorang pengunjung warga Watesnegoro, Farahbela (27) mengaku, dirinya mengetahui peternakan unta dari tetangga sekitar dan viral media sosial TikTok.

Dia berkunjung sudah dua kali bersama kedua anak dan suaminya, M Hafif (28).

Sebelumnya, ia membeli wortel Rp5 ribu di warung warga untuk memberi pakan unta di kandang ternak yang berada di ujung belakang peternakan.

"Anak mengajak melihat unta, karena di peternakan ini ada jadi tidak perlu jauh-jauh ke kebun binatang dan alhamdulillah gratis, tidak bayar," ungkapnya.

Dia berharap, peternakan ini dapat menambah koleksi hewan ternak yang dapat mengedukasi anak-anak di desanya.

"Semoga semakin maju, nanti biar bisa menambah koleksi lagi jadi tidak hanya unta. Mungkin bisa kuda, dan lainnya biar anak-anak dapat melihat hewan," tandasnya.

Baca Lebih Lanjut
Viral Peternakan Unta di Ngoro Kabupaten Mojokerto, Jadi Lokasi Wisata Dadakan
Titis Jati Permata
Viral di Media Sosial, Peternakan Unta di Ngoro Mojokerto Jadi Destinasi Wisata Edukasi Gratis
Sudarma Adi
Unta Viral Peternakan Mojokerto Kini Diborong Kasatreskrim Polrestabes Surabaya: Kita Ambil Semuanya
Alga W
Harga Unta Mojokerto Lebih dari Rp 200 Juta, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya Ikut Tawar Harga
Dyan Rekohadi
Jelang Bebas, Warga Binaan Lapas Tuban Dilibatkan dalam Program Bedah Rumah
Samsul Arifin
Kapolres Mojokerto Beri Biaya Pengobatan dan Dampingi Keluarga Korban Pembunuhan di Puri
Tribun-video
Cari Wisata Keluarga di Jawa Timur? Memoryless Garden Mojokerto Bisa Jadi Pilihan 
Tim TribunStyle
Terancam 15 Tahun Penjara, Menantu Pembunuh Mertua di Mojokerto Dijerat Pasal Berlapis
Sudarma Adi
Cara Warung Makan di Banyuwangi Pertahankan Cita Rasa Kuliner Khas Kemiren, Masak Pakai Tungku
Luky Setiyawan
Kapolres Mojokerto Dampingi Anak Korban Kasus KDRT dan Pembunuhan di Puri, Minta Masyarakat Bijak
Samsul Arifin