SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Peternakan Berkah Wafa Farm (BWF) di Dusun Dateng, Desa Watesnogoro, Ngoro, Jawa Timur, mendadak viral lantaran memiliki kawanan unta yang sangat jinak dan ramah terhadap manusia.

Faisal Effendi, sang pengelola, mengungkapkan bahwa menjinakkan satwa gurun ini membutuhkan proses panjang.

Tak hanya menjadi daya tarik edukasi gratis bagi warga sekitar, pengelola kini tengah menyiapkan rencana untuk melatih kawanan unta, agar ke depannya pengunjung dapat menikmati sensasi wisata tunggang layaknya di Timur Tengah.

Menjinakkan Satwa Gurun dengan Wortel

Unta yang jinak terlihat dari cara satwa yang tak segan menghampiri kerumunan orang di kawasan peternakan, terutama jika pengunjung membawa wortel yang merupakan makanan favorit unta di sini.

Pengelola peternakan, Faisal Effendi, mengatakan butuh waktu cukup lama untuk membiasakan unta berada di tengah kerumunan orang.

Untuk menjinakkannya, Faisal membangun kedekatan melalui treatment pemberian pakan wortel sembari mengelus satwa gurun pasir tersebut.

"Wortel digunakan karena kita ingin (Unta) familiar dan lebih jinak. Jadi semacam kita ajari Feeding (memberi makan satwa) meskipun kita bukan wisata, kalau unta jinak kan yang melihatnya ikut senang," ujar Faisal, Kamis (14/5/2026).

Baca juga: Harga Unta di Peternakan Viral Ngoro Mojokerto Tembus Rp 200 Juta, Jadi Incaran Pengusaha Mini Zoo

PETERNAKAN UNTA MOJOKERTO - Beberapa unta di kawasan peternakan Berkah Wafa Fram (BWF) di Dusun Dateng,  Desa Watesnogoro, Ngoro, Kabupaten Mojokerto, (Jatim), Rabu (13/5/2026). Wisatawan berdatangan ingin melihat unta di peternakan tersebut.
PETERNAKAN UNTA MOJOKERTO - Beberapa unta di kawasan peternakan Berkah Wafa Fram (BWF) di Dusun Dateng, Desa Watesnogoro, Ngoro, Kabupaten Mojokerto, (Jatim), Rabu (13/5/2026). Wisatawan berdatangan ingin melihat unta di peternakan tersebut. (SURYAMALANG.COM/Mohammad Romadoni)

Faisal menjelaskan, dari total tujuh hingga delapan ekor, saat ini ada empat unta yang ditempatkan di kandang ujung belakang peternakan dengan nama Bela (107), Lala, Heri, dan Bimbimm.

Sedangkan sisanya sebagian masih dipinjamkan ke beberapa peternak Setia Farm di Yogyakarta, Mini Zoo, dan tempat lainnya.

Faisal meyakini unta adalah hewan peliharaan yang jinak layaknya sapi dan kambing.

"Unta merupakan hewan yang unik menurut kami dan lucu juga menggemaskan. Kalau orang bilang unta galak, ternyata enggak buktinya kita bisa interaksi banget," bebernya.

Rencana Latihan Tunggang dan Wisata Gratis

Ke depan, Faisal berencana melatih beberapa unta agar terbiasa mengenakan pelana.

Tujuannya agar pengunjung tidak hanya bisa menyaksikan, tetapi juga dapat menaiki unta tersebut.

"Nanti sambil berproses unta kita ajari pelan-pelan pakai pelana, kalau dipaksakan tidak bisa jadi harus bertahap," pungkasnya.

Baca juga: Fakta Menarik Peternakan Unta BWF di Ngoro Mojokerto Viral Diserbu Warga, Masuknya Gratis

PETERNAKAN UNTA MOJOKERTO - Tampak depan pintu masuk peternakan Berkah Wafa Fram (BWF) di Dusun Dateng, Desa Watesnogoro, Ngoro, Kabupaten Mojokerto, (Jatim), Rabu (13/5/2026). Wisatawan berdatangan ingin melihat unta di peternakan tersebut.
PETERNAKAN UNTA MOJOKERTO - Tampak depan pintu masuk peternakan Berkah Wafa Fram (BWF) di Dusun Dateng, Desa Watesnogoro, Ngoro, Kabupaten Mojokerto, (Jatim), Rabu (13/5/2026). Wisatawan berdatangan ingin melihat unta di peternakan tersebut. (SURYAMALANG.COM/Mohammad Romadoni)

Hingga saat ini, pihak peternakan sangat mengapresiasi masyarakat yang berkunjung secara gratis tanpa dipungut biaya.

Faisal berharap, peternakannya dapat berkembang dan dampaknya turut dirasakan masyarakat setempat.

"Kita senang, orang bisa datang ke sini bisa melihat unta dan 100 persen tidak kita kenakan biaya. Apalagi pengunjung bawa wortel, jadi bisa sedikit mengurangi biaya operasional pakan ternak," tukasnya.

Antusiasme Warga dan Edukasi Satwa

Keberadaan peternakan ini membawa kebahagiaan bagi warga sekitar, salah satunya Farahbela (27), warga Watesnegoro.

Farahbela mengetahui keberadaan unta tersebut dari tetangga dan unggahan viral di media sosial TikTok.

Bahkan, Farahbela sudah dua kali berkunjung bersama suami, M. Hafif (28), dan kedua anaknya.

Sebelum masuk ke kandang yang berada di ujung belakang peternakan, Farahbela menyempatkan diri membeli wortel seharga 5 ribu rupiah di warung warga untuk pakan ternak.

Baca juga: Batas Umur Minimal Hewan Kurban Untuk Idul Adha 2025: Untuk Sapi, Kambing, Domba hingga Unta

PETERNAKAN UNTA MOJOKERTO - Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto berinteraksi dengan unta di kawasan peternakan Berkah Wafa Fram (BWF) di Dusun Dateng,  Desa Watesnogoro, Ngoro, Kabupaten Mojokerto, (Jatim), Rabu (13/5/2026). Wisatawan berdatangan penasaran melihat unta bahkan ada yang ingin membelinya.
PETERNAKAN UNTA MOJOKERTO - Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto berinteraksi dengan unta di kawasan peternakan Berkah Wafa Fram (BWF) di Dusun Dateng, Desa Watesnogoro, Ngoro, Kabupaten Mojokerto, (Jatim), Rabu (13/5/2026). Wisatawan berdatangan penasaran melihat unta bahkan ada yang ingin membelinya. (SURYAMALANG.COM/Mohammad Romadoni)

"Anak mengajak melihat unta, karena di peternakan ini ada jadi tidak perlu jauh-jauh ke kebun binatang dan Alhamdulillah gratis tidak bayar," ungkapnya.

Farahbela pun menaruh harapan besar agar koleksi hewan di peternakan tersebut bisa bertambah untuk sarana edukasi anak-anak di desanya.

"Semoga semakin maju, nanti biar bisa menambah koleksi lagi jadi tidak hanya unta. Mungkin bisa kuda, dan lainnya biar anak-anak dapat melihat hewan," tandasnya.

Baca Lebih Lanjut
Cara Peternak Jinakkan Unta-unta Viral di Mojokerto Pakai Wortel, Pengunjung Bebas Biaya
Alga W
Viral Peternakan Unta di Ngoro Kabupaten Mojokerto, Jadi Lokasi Wisata Dadakan
Titis Jati Permata
Viral di Media Sosial, Peternakan Unta di Ngoro Mojokerto Jadi Destinasi Wisata Edukasi Gratis
Sudarma Adi
Unta Viral Peternakan Mojokerto Kini Diborong Kasatreskrim Polrestabes Surabaya: Kita Ambil Semuanya
Alga W
Harga Unta Mojokerto Lebih dari Rp 200 Juta, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya Ikut Tawar Harga
Dyan Rekohadi
Jelang Bebas, Warga Binaan Lapas Tuban Dilibatkan dalam Program Bedah Rumah
Samsul Arifin
Masuk ke Pemukiman di Pacet Mojokerto, Ular Sanca Kembang Sepanjang 4 Meter Dievakuasi BBKSDA Jatim
Sudarma Adi
Ular Piton Dipindahkan Petugas BBKSDA dari Pemukiman Warga di Pacet Mojokerto
Titis Jati Permata
Perubahan Baru BWF: Uji Coba Bola Kok Sintetis setelah Resmikan Sistem Skor 15x3 Mulai 2027
Drajat Sugiri
Puluhan Wali Murid Galang Petisi, Resah Kelakuan Siswa Penyebab Guru SDN Kotakulon 1 Dipolisikan
Alga W