TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Seorang wanita berinisial KS (24) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya, Jl Tidung Mariolo, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Kematian perempuan asal Toraja Utara yang masih berstatus mahasiswi di kartu identitasnya itu, diduga janggal.

Kedokteran Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel pun mengautopsi jenazah almarhum untuk mengungkap penyebab pasti kematiannya.

"Jadi sampai detik ini belum melapor dari pihak korban, jadi sementara proses autopsi ini," katanya saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (14/5/2026)

Ismail mengaku, pihaknya saat ini belum dapat menarik kesimpulan atas meninggalnya KS.

Sebab, proses otopsi kata dia masih berlangsung dan hasilnya belum keluar.

"Kita belum bisa menduga apakah kekerasan ataukah bunuh diri atau apa, nanti sambil menunggu hasil autopsinya," ujarnya.

Dugaan kematian tidak wajar muncul setelah ditemukan adanya bantal di atas kepala almarhum.

KS pertama kali ditemukan meninggal dunia, oleh tetangga kosnya, Rabu (13/5/2026) kemarin.

"Iya betul, jadi bantal ada di atas kepala, jadi menurut saksi sudah tiga hari, sudah berbau," sebutnya.

Saat itu, tetangga kos sedang menyapu di depan kamar korban dan mencium bau tidak sedap berasal dari dalam kamar kos tersebut. 

Saksi, kata Ismail, kemudian mencoba mengetuk pintu kamar korban namun tidak mendapatkan jawaban.

"Jadi ada laki-laki menyapu di depan kamarnya dia merasakan bau yang tidak sedap, sehingga dia gedor-gedor pintu tidak dibuka," imbuhnya.

Karena merasa curiga, saksi mengambil tangga untuk melihat kondisi di dalam kamar korban dari bagian atas bangunan kos tersebut.

"Akhirnya dia ambil tangga. Dia panjat, ternyata sudah meninggal, langsung saksi melaporkan ke pak RT. Sehingga menyampaikan ke Polsek," ucapnya.

Warga bersama ketua RT kemudian melaporkan penemuan mayat tersebut kepada pihak kepolisian. 

Petugas Polsek Rappocini langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit Bhayangkara Makassar guna menjalani proses autopsi untuk memastikan penyebab kematian perempuan muda tersebut.

Hal senada diungkapkan Kanit Reskrim Polsek Rappocini, Iptu Ali Jaras.

"Untuk saat kami belum bisa (menyimpulkan) apakah ini mengarah ke kekerasan atau tidak karena masih menunggu hasil pemeriksaan," tuturnya.

Proses otopsi jenazah almarhum juga dibenarkan Kepala Tim Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel, Ipda Sultan. "(Iya) Diotopsi," singkatnya.(*)

Baca Lebih Lanjut
Kedapatan Bawa Masuk Pria, Penghuni Kos Perempuan dan Kekasihnya Dibawa ke Polsek Murung Pudak
Irfani Rahman
Karyawan Asal Konawe Selatan Ditemukan Meninggal Dalam Kamar Kos di Morosi Konawe Sulawesi Tenggara
Sitti Nurmalasari
Nama Mayat Pria yang Ditemukan Dalam Kamar di Sangihe, Sudah Berbau
Alpen Martinus
Istri Cemas Suami Tak Pulang, Pegawai Lapas Kelas IIA Palopo Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kos
Sakinah Sudin
Ditemukan Tergantung di Kamar, Siapa Pembunuh Petugas Lapas Palopo?
Ansar
Baru Tiga Hari Pacaran, Pasangan Muda di Banda Aceh Nekat Berzina di Kamar Kos No 7: Digerebek Warga
Muhammad Hadi
Ibu Pembuang Bayi di Depan Kos Jebres Solo Divonis Bersalah, Bakal Mendekam 2 Tahun di Penjara
Vincentius Jyestha Candraditya
Polisi Cari Emak-emak Viral Angkut Motor Listrik Pakai Motor di Makassar, Pelaku Juga Nunggak Pajak
Sudirman
Kronologi Pejabat KemenHAM Sumsel Meninggal di Kos Ariodilah Palembang, Sempat Minta Kerok
Slamet Teguh
Vonis Seumur Hidup Mantan Polisi Bunuh Pacar di Indramayu Disyukuri Keluarga Korban: Sesuai Harapan
Seli Andina Miranti