Kolak Bu Mimin, yang berada di ujung jalan Kalipah Apo ini menjadi salah satu kuliner legendaris yang terus bertahan sejak pertama kali berjualan pada 1994.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Maraknya tren jajanan viral yang silih berganti dan ramai diburu wisatawan ketika liburan ke Bandung, Kolak Bu Mimin di kawasan Jalan Kalipah Apo, justru tetap bertahan dengan cara sederhana. 

Sebuah gerobak kaca berukuran sedang di pinggir jalan Kalipah Apo tersebut tampak sibuk ramai oleh pembeli. Di depan gerobaknya terdapat tulisan “Ibu Mimin” dan “Kolek Campur Kalipah Apo”.

Sementara itu di bagian dalam gerobaknya terdapat panci-panci berisi kolak tersusun rapi, dan sebagian juga ada plastik-plastik berisi kolak siap dibawa pulang berjajar.

Gerobak itu berdiri di pinggir trotoar, beratapkan terpal sederhana yang melindungi dari panas dan hujan. Tak ada kursi mewah atau dekorasi khusus untuk menarik perhatian pembeli.

Kolak Bu Mimin, yang berada di ujung jalan Kalipah Apo ini menjadi salah satu kuliner legendaris yang terus bertahan sejak pertama kali berjualan pada 1994.

Baca juga: Kuliner Bandung: Mengenal Dirty Latte yang Geser Penikmat Es Kopi Susu

Usaha ini dirintis oleh Popon, yang kemudian diwariskan secara turun-temurun kepada keluarga. Bu Mimin, sebagai adik Popon kemudian menjadi sosok yang melanjutkan perjuangan tersebut hingga kini memasuki generasi kedua. 

Meski waktu terus berjalan dan banyak kuliner baru bermunculan, kolak ini tetap memiliki tempat tersendiri di hati pelanggan.

“Orang tua saya sudah meninggal, dan sekarang usaha ini diteruskan oleh kakak saya,” ujar anak dari Mimin, Adam Smith, saat ditemui di lokasi, Jumat (15/5/2026).

Setiap harinya, gerobak ini tak pernah sepi. Menjelang sore hari, panci-panci yang berisi kolak pun terlihat semakin berkurang.

“Dalam satu hari saya mampu menjual sekitar 150 hingga 200 bungkus,” ucap Adam.

Menurut Adam, kunci utama dari bertahannya kolak ini adalah konsistensi bahan dan rasa. 

Mereka tetap menggunakan gula asli untuk menghasilkan manis yang lebih dalam dan alami, bukan sekadar rasa manis biasa. 

Santan yang digunakan pun memberikan sensasi gurih yang seimbang, menciptakan perpaduan rasa yang khas.

“Rasanya tetap dijaga dari dulu, pakai gula asli, jadi beda. Pembeli juga sudah tahu rasanya seperti apa,” katanya.

Baca juga: Kuliner Bandung: Gurihnya Menikmati Mie Baso Pangsit Legend MS by Mas Miskam

Pilihan menu yang ditawarkan pun beragam, sehingga pembeli bisa memilih varian apa yang mereka inginkan.

Mulai dari kolak pisang dan ubi yang klasik, hingga varian lain seperti hanjeli, candil, dan mutiara yang kenyal. Selain itu, terdapat pula bubur lemu dengan warna hijau alami.

“Kalau yang hijau itu bukan pewarna, tapi dari daun suji sama pandan asli,” jelasnya.

Selain soal rasa, harga yang terjangkau juga menjadi daya tarik utama. Meskipun harga bahan pokok yang terus meningkat, Kolak Bu Mimin tetap mempertahankan harga yang ramah di kantong. 

Satu bungkus kolak dijual seharga Rp13 ribu, sementara jika menggunakan cup dibanderol Rp14 ribu.

Namun, ada hal lain yang tak kalah penting dan menjadi alasan mengapa kolak ini tetap ramai hingga sekarang, yakni pelayanan. Sikap ramah dan sopan kepada pelanggan menjadi prinsip yang terus dijaga sejak awal berjualan.

Adam seringkali menyapa ramah setiap pengunjung yang datang, bahkan pelanggan yang seringkali membeli tampak berbincang akrab dengannya.

Kolak Bu Mimin buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB. Lokasinya yang berada di pinggir jalan membuatnya mudah dijangkau.

Baca Lebih Lanjut
Kuliner Jawa Timur Resep Sambal Bu Rudy Kini Bisa Dinikmati di The People’s Cafe
Ndaru Wijayanto
Kolaborasi Tiga Masakan Lokal, Kuliner Sambal Bu Rudy Kini Bisa Dinikmati di The People’s Cafe
Titis Jati Permata
Kuliner Legendaris Makin Laris Berkat QRIS, Jadah Tempe Mbah Carik 76 Tahun Kian Eksis
Putradi Pamungkas
5 Rekomendasi Kuliner Unik di Klaten Jateng untuk Makan Siang, Sulit Ditemukan di Daerah Lain
Hanang Yuwono
Tren Kuliah 2026: Jurusan Bisnis dan Creative Entrepreneurship Paling Diminati di Binus Bandung
Muhamad Syarif Abdussalam
Ubud Food Festival perkuat posisi Ubud pusat wisata kuliner dunia
Antaranews
Perkuat Ketahanan Pebisnis Kuliner, ESB Gelar Kelas Bisnis GRATIS Hadapi Efek Domino Ekonomi Global
Siti Fatimah
Destinasi Literasi dan Hiburan di Bandung, Semesta Buku 2026 Jadi Tujuan Favorit Saat Liburan
Eri Ariyanto
Buruan Coba! 5 Kue Balok Bandung, Jawa Barat yang Lumer dan Selalu Jadi Incaran Wisatawan
Tim TribunStyle
Rahasia Resep Sego Yuyu Pak Jenggot Klaten, Kuliner Legendaris Dibuat dengan Cara Tradisional
Candra Isriadhi