TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA — Museum budaya yang berada di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), kini dijadwalkan buka setiap Sabtu dan Minggu dengan akses gratis bagi masyarakat.

Museum tersebut sebelumnya telah diresmikan dan mulai diperkenalkan kepada publik bersamaan dengan peluncuran Ruang Terbuka Hijau (RTH) Eks gedung KONI pada, Sabtu (2/5/2026) malam.

Untuk menjaga kenyamanan dan keamanan, kapasitas kunjungan ke museum dibatasi maksimal 40 orang per sesi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Tengah, Juni Gultom mengatakan, jadwal operasional museum disesuaikan setelah dilakukan evaluasi terkait pengelolaan dan kebutuhan penjagaan.

“Awalnya kami rencanakan buka setiap hari. Tetapi setelah mempertimbangkan faktor penjagaan dan standar operasional prosedur, museum akan dibuka setiap Sabtu dan Minggu,” ujar Juni Gultom, Sabtu (16/5/2026).

Menurut Juni, museum ini menampilkan berbagai peninggalan budaya khas Kalimantan Tengah, termasuk Sapundu, patung kayu tradisional masyarakat Dayak yang memiliki nilai historis dan spiritual.

Selain Sapundu, pengunjung juga dapat melihat beragam artefak budaya lainnya yang merepresentasikan kekayaan warisan leluhur masyarakat Kalimantan Tengah.

“Di dalamnya ada berbagai peninggalan budaya nenek moyang kita, termasuk Sapundu dan budaya-budaya khas Kalimantan Tengah lainnya,” katanya.

Ia menegaskan, museum tersebut dihadirkan bukan sekadar sebagai tempat pameran, tetapi juga sebagai sarana edukasi untuk melestarikan sekaligus memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat luas.

“Tujuannya untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya Kalimantan Tengah, khususnya kepada generasi muda dan para pengunjung dari luar daerah,” jelasnya.

Baca juga: Esok RTH Eks KONI di Palangka Raya Dibuka, Warga Bisa Nikmati Ruang Publik dan Museum Budaya Gratis

Baca juga: Lampang Tandang Art Museum & Gallery Jadi Wadah Edukasi dan Inspirasi Seni di Palangka Raya

Juni memastikan masyarakat tidak akan dikenakan biaya untuk mengunjungi museum tersebut.

“Gratis,” tegasnya.

Keberadaan museum budaya di kawasan Bundaran Besar diharapkan menjadi daya tarik baru di pusat Kota Palangka Raya, sekaligus melengkapi fungsi kawasan RTH Eks gedung KONI sebagai ruang publik yang memadukan unsur rekreasi, edukasi, dan pelestarian budaya.

Baca Lebih Lanjut
Bosan ke Mal Terus? Cobain 17 Spot Jalan-jalan Seru di Jakarta Ini Buat Weekend!
Detik
Harta Karun Berumur 131 Tahun di Museum Zoologi Bogor
Detik
Liburan Hemat di Jakarta Selatan, Ini 5 Tempat Wisata Seru yang Banyak Gratisannya
Tim TribunStyle
Wisata Hemat Bernuansa Klasik, 5 Destinasi Favorit di Kota Tua, Jakarta Barat
Tim TribunStyle
Kasuari-Ikan Kerapu Raksasa di Museum Zoologi Bogor Awet Ratusan Tahun, Ini Rahasianya
Detik
Daftar 5 Tempat Wisata Malang untuk Libur Long Weekend 14 Mei 2026, Tiket Mikutopia Mulai Rp 45 Ribu
Ani Susanti
Pantai Jodo Batang Jadi Favorit Warga Habiskan Libur Akhir Pekan, Harga Tiket Hanya Rp5000 Per orang
Rika irawati
59 Warga Binaan Rutan Palangka Raya Dipindah ke Lapas Kelas IIA Palangka Raya
Nia Kurniawan
Ojol Kehilangan Penghasilan, Sebut Antrean Panjang BBM di Kota Palangka Raya Kalteng Terparah
Haryanto
Rekomendasi 3 Destinasi Wisata di Bandung yang Cocok Dikunjungi saat Libur Akhir Pekan
Dwi Yansetyo Nugroho