TRIBUNMANADO.CO.ID - Imanuel Tendean atau akrab disapa Komdan Tende oleh masyarakat Kota Manado menceritakan situasi saat terjadinya kebakaran di Mega Mall, Kawasan Megamas, Jalan Piere Tendean, Manado, Sulawesi Utara, Sabtu 17 Mei 2026.
Komdan Tende adalah Bintara Polri yang bertugas di Mapolres Kota Manado, khususnya di unit Resmob.
Saat terjadinya kebakaran Komdan Tende bersama beberapa petugas termasuk tim dari Damkar sempat berupaya melakukan upaya evakuasi terhadap korban bernama Pricilia Tamawiwy, salah satu staf Mega Mall yang terjebak di dalam gedung.
Namun, kobaran api masih sangat besar, dan kondisi di dalam gedung Mega Mall masih dipenuhi asap disertai hawa panas, sehingga tidak memungkinkan untuk menerobos ke titik Korban.
"Saya sempat melihat flashlight (dari korban), namun kita kesulitan untuk menerobos ke atas karena kobaran api masih sangat besar. Dan di dalam tadi, saat mencoba masuk juga mata sudah terasa sangat perih. Di dalam dipenuhi asap pekat dan panas," terang Tende.
Diketahui, Mall pertama di Manado ini terbakar pada Sabtu malam sekitar 21.00 Wita.
Kepulan asap hitam membumbung tinggi, terlihat dari berbagai sudut kota. Api berkobar hebat. Titik api berada di lantai paling atas.
Pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Manado menerjukan puluhan armadanya untuk memadamkan kobaran api.
Petugas berhasil memadamkan api sekitar pukul 22.00 Wita.
Saat itu, masih ada total lima orang yang terjebak di dalam gedung.
Proses evakuasi terhadap kelima orang tersebut berlangsung hinggal pukul 00.10 Wita.
Empat orang pria, semuannya selamat. Sementara korban perempuan Pricilia Tamawiwy meninggal dunia.
Proses penanganan baik dari upaya pemadaman, evakuasi hingga pengamanan di sekitar lokasi melibatkan petugas dari berbagai unsur dan instansi di Kota Manado.
Baik Polri, Tim Sar, Damkar, hingga Petugas Medis
Akibat kebakaran, Mall pertama di kota Manado tersebut untuk sementara menghentikan operasinya.
Pengumuman itu beredar di medsos.
Direksi Megamas, Amelia Tungka memastikan Megamall Manado belum beroperasi hingga waktu yang belum ditentukan.
"Untuk operasional kita lihat nanti, seperti apa," kata dia.
Amelia menyatakan, musibah itu memukul segenap keluarga besar Megamas.
Baik manajemen maupun karyawan.
Di tengah puing-puing dan sisa kebakaran, satu korban perempuan ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Relawan Air, Oktavianus, menjadi salah satu orang yang ikut langsung dalam proses evakuasi tersebut.
Ia mengatakan, sejak awal informasi yang diterima menyebutkan ada seorang perempuan yang masih berada di dalam gedung.
“Tadi tinggal evakuasi. Dari awal info yang masuk itu perempuan,” ujarnya saat diwawancarai wartawan Tribunmanado.co.id, Indri Panigoro.
Korban ditemukan di lantai atas, dua tingkat setelah area bioskop XXI, di lokasi yang dipenuhi bilik-bilik ruangan, asap tebal, dan puing-puing yang menyulitkan proses penyelamatan.
Saat tim masuk kepulan asap hitam masih sangat pekat memenuhi ruangan.
Menurut Oktavianus, medan di dalam sangat sulit dilalui karena banyak reruntuhan dan sisa material kebakaran yang berserakan.
Meski begitu, korban berhasil ditemukan dalam kondisi tubuh masih utuh, meski sudah tidak bernyawa.
“Korban ditemukan dalam kondisi masih utuh. Saya tinggal jemput dari tangga,” ungkapnya.
Ia mengaku tidak terlalu memperhatikan korban selamat lainnya karena fokus utamanya saat itu adalah mengevakuasi korban perempuan tersebut.
“Untuk korban selamat lainnya saya tidak terlalu fokus, karena ada tim lain. Saya mengevakuasi yang korban perempuan,” jelasnya.
Korban disebut memiliki rambut panjang sebahu, bertubuh berisi, dan saat ditemukan masih mengenakan kemeja.
Wajah korban terlihat hitam dipenuhi kotoran akibat asap pekat, namun secara kasat mata tidak ditemukan luka fisik pada tubuhnya.
“Wajahnya hitam kotor. Saat dievakuasi saya tidak melihat ada luka,” katanya.
Saat ditemukan, posisi korban memang sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Oktavianus juga mengaku saat naik ke lokasi kebakaran, api masih sempat terlihat bersama asap hitam yang terus mengepul. Namun saat proses pengangkatan korban dilakukan, kondisi api sudah padam.
Ia bahkan melakukan evakuasi tanpa menggunakan bantuan oksigen, hanya mengandalkan keberanian menembus asap pekat di dalam gedung.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran Megamall Manado masih belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.
Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid mengungkapkan, kelima korban sempat terjebak di lantai atas, tepat di lokasi utama munculnya api.
Dari lima korban tersebut, satu orang berjenis kelamin perempuan dinyatakan meninggal dunia.
Sementara empat korban lainnya yang semuanya laki-laki berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Empat korban selamat tersebut, berdasarkan pernyataan kapolresta pasca evakuasi ialah:
Empat warga tersebut selamat tanpa mengalami luka bakar.
Saat ini mereka menjalani perawatan di RS Bhayangkara Manado.
Sementara, korban meninggal atas nama Pricilia Tamawiwy.
Korban ditemukan meninggal di tempat.
Jenazah Pricilia juga dibawa ke RS Bhayangkara Manado untuk mendapatkan tindakan lanjutan.
"Kami menyatakan turut berdukacita untuk korban meninggal," kata Irham.
Terkait itu, Kapolresta Manado menyatakan Megamall belum dapat beroperasi.
"Sehubungan dengan peristiwa ini, status quo, menunggu hasil penyelidikan," ujarnya lagi.
Kapolresta menyatakan, penyebab kebakaran dan sumber api belum bisa dipastikan.
"Kami belum bisa pastikan. Demikian juga nilai kerugiannya. Masih akan didalami," katanya lagi.
Ia memastikan, olah TKP akan dilaksanakan Minggu 17 Mei 2026.
Prosedur ini akan melibatkan tim gabungan Dirkrimum dan Bidlabfor Polda Sulut dan Reskrim Polresta. (Tribunmanado.co.id/Riz/Ind/Ndo/Art)