BANGKAPOS.COM - Bak jatuh tertimpa tangga, nasib apes tampaknya tengah beruntun menghampiri MC Shindy Luthfiana.
Belum usai dihujat netizen akibat kontroversi Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI, kini giliran tabiat buruk sang MC saat bekerja yang dikuliti habis-habisan oleh salah satu pemilik Wedding Organizer (WO).
Tak main-main, hubungan kerja yang sudah terjalin belasan kali itu kini langsung diputus secara sepihak.
Baca juga: Rincian Harta Kekayaan Roy Riady, Jaksa yang Tuntut Nadiem Makariem 18 Tahun Penjara
Berikut ulasan lengkapnya
MC Shindy Luthfiana lagi-lagi kembali menjadi sorotan publik setelah viral soal polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat.
Jika sebelumnya di LCC MPR RI Shindy dianggap membela para juri saat pertandingan, kali ini tabiatnya justru dibongkar oleh salah satu pemilik Wedding Organizer (WO).
Mulanya WO dengan akun Thread @syavaniifg Syava bercerita sebenarnya ia sudah belasan kali mempercayakan Shindy memandu acara wedding.
"Aku sama suami punya WO. Dan salah satu MC langganan kami — yang udah kami pakai belasan kali, yang kami rekomendasiin ke klien kami dengan penuh keyakinan — namanya Shindy Lutfiana.
Sampai kami nonton video itu. LCC 4 Pilar MPR. Anak SMA nangis, protes, dan dia bilang: "Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja."
Suamiku langsung nutup HP. Diem. Terus bilang: "Itu dia banget." tulisnya di Thread.
Syava menceritakan pengalaman ketika Shindy memandu acara.
Saat itu Shindy sama sekali tidak mendengar permintaan dari klien.
"Yang bikin kami merinding bukan videonya. Tapi ingatannya.
Waktu itu ada klien kami pengantin perempuannya nervous banget, udah bilang ke Shindy sebelum acara minta jangan diburu-buru di sesi sungkeman karena mamanya sakit.
Di tengah acara, Shindy tetap ngebut. Waktu kami tegur pelan di backstage, dia jawab:
"Tenang kak, aku yang pegang mic, aku yang tau situasinya."
Kami diam. Klien kami nangis bukan karena haru. " tulisnya.
Ia dan suami kemudian memutuskan untuk mengakhiri hubungan kerja dengan Shindy.
Keputusan tersebut disampaikan melalui pesan chat.
Namun Shindy tidak terima, dia memberi pembelaan.
“Kak, itu kan beda konteks. Itu acara formal bukan wedding"
"Aku juga udah minta maaf ke publik, masa masih diungkit," tulis Shindy Lutfiana di chat.
Syava merasa menyesal karena baru sekarang menyadari ketidakprofesionalan Shindy sebagai MC.
"Pas kami WA dia, kami bilang mau STOP kerja sama, ini jawabannya..
Aku baca chat itu tiga kali. Nunjukin ke suami. Suamiku cuma ketawa satu kali, pahit, terus bilang: "Ya udah. Kita udah tau jawabannya dari dulu. Kita aja yang lama ngelihatnya."
Dan itu yang paling nyesek sebenernya" tulisnya.
Lewat akun TikTok Shindy Lutfiana sudah menyampaikan permintaan maaf.
Dia mengaku legowo atas dampak dari polemik ini.
“Aku bisa menerima itu semua dengan tabah, sabar, ini memang resiko yang harus aku terima atas kesalahanku," tulisnya.
Ia hanya menyesali orang terdekat dan teman justru tidak memberinya dukungan.
"Tidak ada yang lebih menyakitkan dalam kejadian ini, ketika aku melihat dari teman-teman sejawat seprofesiku memanfaatkan moment jatuhnya aku sekarang untuk menghakimiku bahkan merayakannya," tulis Shindy
Sementara para juri LCC yang diminta maaf, justru hingga saat ini tak juga muncul di publik dan menyampaikan permintaan maaf.
Di tengah desakan publik agar dewan juri menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada peserta dan masyarakat, pihak MPR RI menegaskan bahwa permohonan maaf sebenarnya sudah disampaikan melalui jalur kelembagaan.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyatakan, permintaan maaf yang sebelumnya disampaikan oleh pimpinan serta Sekretariat Jenderal MPR RI telah mewakili seluruh unsur penyelenggara kegiatan, termasuk para juri.
“Ya, di lembaga MPR kan sudah disampaikan oleh Sekjen. Salah satu pimpinan kita juga sudah menyampaikan permohonan maaf,” kata Ahmad Muzani saat konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta.
"Jadi, itu sudah mewakili keseluruhan termasuk juri, karena ini adalah kegiatan lembaga, bukan kegiatan orang-perorang," tambahnya.
Penjelasan serupa juga disampaikan Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah. Ia mengatakan bahwa dewan juri merupakan bagian dari unsur kesekretariatan MPR, sehingga permohonan maaf yang telah diumumkan sebelumnya otomatis mencakup mereka.
“Jadi, memang tadi sempat dibahas, ya, juri ini adalah perwakilan dari kesekretariatan,” ujar Siti Fauziah.
"Jadi, seperti rilis mungkin yang sudah disampaikan beberapa hari yang lalu, itu permohonan maaf dari kesekretariatan yang dalam arti kata saya menyampaikan permohonan maaf untuk kegiatan tersebut," sambungnya.
Menurut Siti, permintaan maaf tersebut bersifat kelembagaan dan tidak lagi diarahkan secara personal kepada individu tertentu.
“Jadi, sudah tadi disampaikan itu sudah mewakili dari satu kegiatan. Artinya, bukan personal lagi, tapi itu adalah kelembagaan kesekretariatan yang langsung meminta maaf,” jelasnya.