TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Sidang kasus pembunuhan Godbless Solang dengan terdakwa Valentino Parengkuan kembali digelar di Pengadilan Negeri Manado, Jalan Adipura Raya, Kima Atas, Mapanget, Manado, Sulawesi Utara, Rabu (20/5/2026).

Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Thobias Benggian, ini beragenda pemeriksaan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). 

Ada enam saksi yang hadir, lima di antaranya masih di bawah umur.

Sedangkan satu saksi yang dihadirkan yakni tante korban, Madenesta Tambajong.

Madenesta mengaku pertama kali mengetahui kabar kematian Godbless itu dari media sosial. 

Saat itu ia melihat unggahan mengenai penemuan mayat di Jalan Toar, Mahakeret Barat, Kecamatan Wenang, Kota Manado, dekat sebuah restauran.

Karena penasaran, ia kembali membuka media sosial setibanya di kantor. 

Keluarga almarhum Godbless Solang saat berada di Polresta Manado
Keluarga almarhum Godbless Solang saat berada di Polresta Manado (Tribun Manado)

Setelah melihat unggahan tersebut, ia langsung menghubungi orang tua korban untuk menanyakan keberadaan Godbless yang akrab disapa Abes.

“Saya tanya di mana Abes. Mereka bilang tidak tahu karena sejak malam belum pulang. Akhirnya saya kirim postingan itu dan mereka bilang itu Abes,” katanya sambil menahan tangis.

Madenesta kemudian menuju lokasi penemuan mayat. 

Namun saat tiba di lokasi, area tersebut sudah dipasangi garis polisi.

Ia lalu diarahkan menuju Rumah Sakit Bhayangkara Manado sekitar pukul 12.30 Wita bersama kakek korban untuk memastikan identitas jenazah.

“Karena saya takut melihat, akhirnya kakeknya yang melihat mayat dan memastikan bahwa itu Abes,” tuturnya.

Meski demikian, Madenesta mengaku sempat melihat sejumlah luka pada tubuh korban. 

Baca juga: Wagub Victor Mailangkay Tegaskan Pemprov Sulut Perketat Pengawasan SPBU, Mafia BBM Bakal Ditindak

Baca juga: Kuasa Hukum Aca Siapkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kasus Pembunuhan Joel Tanos di PN Manado

Ia menyebut terdapat luka sobek di bagian kaki.

Selain itu, korban juga mengalami luka di beberapa bagian tubuh.

“Ada lebam di bagian kaki, lengan, dan kepala,” ujarnya.(*)

Baca Lebih Lanjut
Rekan Kerja Ungkap Komunikasi Terakhir dengan Pricilia Tamawiwy Saat Kebakaran di Mega Mall Manado
Isvara Savitri
Dugaan Penyebab Meninggalnya Pricilia Tamawiwy Menurut Dokter terkait Kasus Kematian saat Kebakaran
Frandi Piring
Cerita Komdan Tende saat Kebakaran di Megamall Manado: Sempat Lihat Flashlight Korban
Rizali Posumah
Petugas Ceritakan Kendala saat Lakukan Evakuasi Korban Meninggal dalam Kebakaran di Mega Mall Manado
Rizali Posumah
Misteri Kematian Mahasiswi Unhas, Kondisi Tubuh Korban Penuh Luka, Dugaan Akhiri Hidup Dipertanyakan
Candra Isriadhi
Karyawan Megamall Manado Meninggal saat Kebakaran, Keluarga Histeris di RS Bhayangkara
Ventrico Nonutu
Sidang Putusan Kasus Pembunuhan Karyawan Koperasi Hijrah Digelar Pekan Depan di PN Pasangkayu
Nurhadi Hasbi
BREAKING NEWS, AKBP Basuki Divonis 6 Tahun Penjara dalam Kasus Kematian Levi Dosen Untag
Deni setiawan
Kerabat Ungkap Sosok Pricilia Tamawiwy Korban Kebakaran Megamall Manado, Panutan Rekan Kerja
Alpen Martinus
Vonis Seumur Hidup Mantan Polisi Bunuh Pacar di Indramayu Disyukuri Keluarga Korban: Sesuai Harapan
Seli Andina Miranti