BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Sempat mengamuk, ini kondisi seoarng warga Desa Sungai Luang HSU yang meninggal dengan seutas tali
Warga Desa Sungai Luang Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan digegerkan dengan adanya penemuan dugaan gantung diri di sebuah rumah.
Kapolsek Babirik Ipda Fajar membenarkan dengan adanya dugaan gantung diri di Desa Sungai Luang.
“Memang benar ada dugaan warga gantung diri di Desa Sungai Luang, anggota kamu sudah menuju lokasi, kami akan update lagi nanti,” ujarnya, Senin (1/5/2026).
Baca juga: Takraw Banjar Mantapkan Persiapan Jelang Kejurprov, Begini Persiapannya
Baca juga: Pergerakan Gadai Emas Capai Rp 1,03 Triliun, Begini Pertumbuhannya
Dari informasi yang dihimpun saat ini tim dari Inafis masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan.
Mengingat lokasi berada di Desa Sungai Luang yang jaraknya cukup jauh dari pusat kota Amuntai.
Polsek Babirik juga mengamankan TKP untuk tahap penyelidikan penyebab dari kematian korban.
Tampak dari ambulan sudah berada di lokasi jika dibutuhkan untuk membawa jenazah yang kemungkinan dibawa ke ruang jenazah untuk pemeriksaan lanjutan.
Kedua Kaki Lurus ke Depan
Berikut kabar terkini penemuan mayat prua yangdiduga gantung diri di Desa Sungai Luang Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan.
Saat penemuan MZ lelaki berusia 41 tahun ini, tidak mengenakan baju hanya mengenakan celana pendek. Ditemukan juga kursi kecil di dekat korban yang berada diruang tamu.
Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto melalui Kapolsek Babirik Ipda Fajar menjelaskan korban saat ditemukan tergantung dengan posisi kedua kaki lurus kedepan dan menempel di atas kursi kecil.
Menurut keterangan kaka korban yang tinggal serumah bahwa korban memiliki gangguan kejiwaan semenjak tiga tahun terakhir setelah bercerai dengan istrinya.
Diungkapkan korban sudah dari pagi mengamuk sehingga kakak korban dan anaknya pergi ke rumah keluarga karena takut dan pada saat itu korban hanya sendiri rumah.
Ditemukan kaca lemari yang sudah pecah dan berhamburan di lantai pada bagian dapur rumah. Ditemukan bercak darah korban yang ada di bagian lantai rumah dari lorong ruang tamu sampai ke dapur rumah.
"Tim unit identifikasi dan Polsek Babirik juga menemukan obat untuk gejala gangguan mental dan dokumen berobat pada tas korban. Keluarga korban menolak untuk dibawa ke rumah sakit dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah," ujarnya.
Korban berada di rumah duka dan dilakukan persiapan untuk disemayamkan.
(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati).