BANJARMASINPOST.CO.ID - Interaksi anak Ruben Onsu dengan gebetan Sarwendah disorot, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sampai diminta turun tangan.
Kisruh antara presenter Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah semakin pelik.
Berawal dari masalah tentang pembagian waktu dan hak bertemu anak, kini kapasitas Sarwendah sebagai pemegang hak asuh anak juga turut jadi sorotan.
Diketahui, Sarwendah diamanahi oleh Pengadilan sebagai pemegang hak asuh anak setelah perceraian dari Ruben Onsu 2024 lalu.
Usai perceraian itu, ketiga anak mereka tinggal bersama Sarwendah.
Meski demikian, hanya dua anak perempuan Ruben yang kini tinggal bersama Sarwendah setelah anak angkat mereka yang beranjak dewasa, Betrand Peto memilih untuk tinggal bersama Ruben.
Namun kini, kondisi dua anak Ruben dan Sarwendah yang tinggal bersama sang ibu ramai jadi sorotan.
Hal itu disebabkan beredarnya video yang merekam interaksi antara anak perempuan Ruben saat diminta memijat kekasih Sarwendah, Giorgio Antonio.
Kondisi itu ramai memicu reaksi dari netizen, tak sedikit yang menganggap interaksi demikian tak patut terjadi.
Ramainya perbincangan publik demeikian turut menarik perhatian psikolog Lita Gading.
Melalui unggahan di Instagramnya, @litagading, Psikolog Klinis ini menyampaikan kekhawatirannya terkait kondisi anak Ruben dan Sarwendah itu.
Menurut Lita, orang tua perlu lebih berhati-hati dalam menjaga batasan interaksi anak dengan orang dewasa yang bukan bagian dari keluarga inti.
"Plis Sarwendah, hati-hati sama anak perempuan, tolong dong ada batasannya," ujar Lita Gading, dikutip, Senin (8/6/2026).
Lita juga menyoroti fakta bahwa momen tersebut ditampilkan di tengah aktivitas promosi yang berkaitan dengan konten media sosial.
"Jangan seperti itu, apalagi lagi mempromosikan endorsmentnya," katanya.
Baca juga: Detik-detik Soimah Sadar Perhiasannya Raib, Kejadian saat Pesta Pernikahan Sang Anak Diungkit
Lebih lanjut, Lita menilai, tindakan tersebut berpotensi mengarah pada bentuk eksploitasi anak apabila dilakukan tanpa mempertimbangkan kenyamanan sang anak.
"Itu namanya mengeksploitasi anak hingga membuat anak gak nyaman nantinya," tandasnya.
Ia pun mengingatkan agar kepentingan komersial tidak mengesampingkan perlindungan dan kenyamanan anak.
"Tolong dong berfikir, hanya karena cuan kalian menghalalkan segala cara, apalagi anak kecil, tolonglah," pinta Lita.
Lita juga menyinggung posisi Giorgio Antonio yang menurutnya saat ini belum memiliki hubungan keluarga secara resmi dengan anak tersebut.
"Dia sekarang masih bukan siapa-siapanya anak itu."
Dalam pandangannya, orang tua memiliki tanggung jawab untuk menentukan batasan yang jelas terkait hal-hal yang boleh maupun tidak boleh dilakukan oleh anak.
"Kita sebagai orang tua harus bisa membatasi mana yang boleh dan tidak dilakukan," ucapnya.
Psikolog tersebut kemudian mengungkapkan penilaiannya terhadap video yang viral di media sosial. Menurutnya, situasi yang terlihat dalam tayangan itu merupakan sesuatu yang tidak lazim.
"Menurut saya ini nggak lazim dan aneh, kok ada seorang ibu melakukan kebebasan seperti itu untuk anaknya," jelasnya.
Di akhir komentarnya, Lita turut menyentil KPAI yang dinilainya belum memberikan respons terhadap polemik yang sedang ramai diperbincangkan publik.
"Mana nih KPAI?, biasanya gercep, ini anak artis loh, apalagi ini di ekspos ke media sosial," sindir Lita Gading.
Tak hanya Lita Gading, sahabat dekat Ruben Onsu yang dikenal sebagai Master Firasat, Wirang Birawa juga secara terbuka menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap video yang viral tersebut.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya,@wirangbirawa, penulis buku Firasat Melawan Siasat ini mengaku geram setelah melihat cuplikan yang ramai diperbincangkan publik.
Ia bahkan menilai tindakan tersebut tidak seharusnya melibatkan seorang anak kecil.
Dalam unggahannya, Wirang mempertanyakan tindakan Antonio yang dinilai membiarkan anak kecil memijat tubuhnya.
"Kalian udah lia cio itu nyuruh anak kecil yang bukan anaknya mijitin sambil injek badan dia?," ujar Wirang, dikutip Senin (8/6/2026).
Tak berhenti sampai di situ, Wirang juga melontarkan kritik keras kepada Antonio atas video yang beredar di media sosial tersebut.
"Gila, keterlaluan banget cio itu, waras lu mas?," sindirnya.
Menurut Wirang, tayangan yang beredar itu membuatnya tidak nyaman saat menonton dan memunculkan kekhawatiran tersendiri.
"Uda pada liat belum di threads? Helas nafas gw nontonnya."
Di akhir pernyataannya, Wirang secara tegas menyatakan dukungannya kepada Ruben Onsu untuk memperjuangkan hak asuh kedua putrinya.
Ia menilai anak-anak akan lebih baik berada dalam pengasuhan ayah kandungnya.
"Harusnya hak asuh itu ke bapaknya aja," tulis Wirang.
Di tengah polemik yang memanas, Ruben Onsu kini tengah mempertimbangkan untuk merebut hak asuh anak dari Sarwendah.
Rencana ini sudah dibicarakan Ruben dengan tim kuasa hukumnya.
Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, mengungkap alasan Ruben yang berencana merebut hak asuh anak.
Pihaknya menyoroti soal ucapan dari Sarwendah yang belakangan ini viral dalam live TikTok hingga diduga menyindir Ruben dengan kata-kata tak pantas.
Karena berada di lingkungan Sarwendah, pihak Ruben khawatir nantinya kondisi psikis anak-anak ikut terpengaruh.
"Kalau sekarang di lingkungan itu terus menerus, mungkin patut diduga ayahnya jadi bahan omongan, sementara di ruang publik aja ayahnya berani disindir dengan kata-kata Cong atau menyebut hewan, dan patut diduga dalam ruang tertutup mungkin sering terjadi, itu akan mempengaruhi psikologis anaknya," ungkap Minola, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Minggu (7/6/2026).
Melihat kondisi saat ini, Minola pun menilai anak-anak Ruben berada di lingkungan yang tidak aman.
Karena hal itu lah Ruben membicarakan soal rencana merebut hak asuh anak dari mantan personel Cherrybelle tersebut.
"Jadi kalau misalnya anak-anak yang belum dewasa berada dalam kekuasaan orang dewasa yang ternyata juga tidak bersikap dewasa, ini kan tidak aman ya."
"Inilah yang menjadi pembicaraan saya dengan Ruben wacana untuk melakukan upaya agar hak asuh itu bisa diambil oleh Ruben," ujar Minola.
Minola pun meyakini hak asuh anak bisa didapat Ruben, karena karakter dari Sarwendah semakin terbuka ke publik.
"Menurut perhitungan kami, jika hal itu dilakukan sekarang dengan kondisi yang sekarang sudah semakin terbuka, dengan kondisi yang sekarang sudah semakin tahu bagaimana karakter masing-masing ya dan juga dukungan oleh masyarakat, saya yakin bahwa kemungkinan besar ketika Ruben memutuskan untuk mengambil hak asuh itu, bisa saja pengadilan akan melihat Ruben lebih pantas untuk dititipi anak-anak," tutur Minola.
Ruben sebelumnya melayangkan protes pada Sarwendah lantaran merasa dipersulit bertemu kedua putrinya yang kini dalam pengasuhan sang mantan istri.
Aksi Sarwendah dinilai Ruben melanggar kesepakatan yang sudah dibuat sejak mereka bercerai 24 September 2024 silam.
Ruben seharusnya diberi kesempatan bertemu kedua putrinya tiga kali dalam seminggu.
Namun, Sarwendah disebut mempersulit Ruben bertemu anak-anaknya.
Sebagai bentuk protes, Ruben pun menghentikan nafkah senilai Rp 225 juta per bulan sejak akhir Desember 2026.
Di titik itulah, Sarwendah juga meradang dan menilai Ruben lepas dari tanggung jawab.
(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)