Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Viral video yang memperlihatkan rombongan pengemis turun dari mobil Elf di kawasan Rowo Jombor, Klaten, memicu perhatian publik dan langsung ditindaklanjuti Satpol PP dan Damkar Kabupaten Klaten.
Petugas bersama tim gabungan turun melakukan penyisiran setelah muncul dugaan praktik “drop-dropan” pengemis di kawasan wisata tersebut yang disebut terjadi setiap akhir pekan.
Video itu viral di sejumlah platform media sosial, salah satunya diunggah akun TikTok @hasyimwonosegoro pada Minggu (7/6). Dalam video tersebut terlihat sejumlah orang turun dari kendaraan Elf di kawasan Objek Wisata Rowo Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten.
Dalam keterangan unggahan disebutkan dugaan adanya praktik penurunan pengemis secara sengaja di kawasan wisata tersebut.
“Diduga ada drop-dropan pengemis di Rowo Jombor, Desa Krakitan, Bayat, Klaten,” tulis akun tersebut.
Menindaklanjuti video yang ramai diperbincangkan masyarakat itu, Satpol PP dan Damkar Klaten langsung menggelar operasi penertiban pada Senin (8/6).
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Klaten, Joko Hendrawan membenarkan adanya informasi terkait dugaan penurunan pengemis tersebut.
“Senin sudah kita adakan kegiatan penyisiran dan operasi PGOT (pengemis, gelandangan, orang terlantar),” ujarnya, Kamis (11/6).
Penyisiran dilakukan hingga pukul 14.00 WIB dengan melibatkan tim gabungan dari Polres Klaten, Kodim 0723/Klaten, serta Dinas Sosial P3APPKB Klaten.
Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati Satpol PP dan Damkar Klaten, Sulamto, mengatakan pihaknya juga menerima informasi dari masyarakat bahwa praktik serupa diduga bukan baru pertama kali terjadi di kawasan Rowo Jombor.
“Di Rowo Jombor kami dapatkan informasi, bahwa dropping PGOT atau pengemis itu dilakukan setiap akhir pekan,” jelasnya.
Meski begitu, dari hasil penyisiran di sejumlah titik lain, petugas belum menemukan indikasi adanya praktik serupa di lokasi berbeda.
Baca juga: Sejarah Waduk Rowo Jombor yang Kini Jadi Destinasi Wisata Hits di Klaten, Banyak Spot Instagramable
“Sesuai informasi yang kami peroleh dari para warga sekitar, itu belum didapati drop-in atas PGOT tersebut (lokasi lain),” ucapnya.
Satpol PP juga meminta masyarakat ikut berperan aktif melaporkan jika menemukan dugaan penurunan pengemis atau PGOT di kawasan wisata maupun ruang publik lainnya.
“Apabila didapati atau ditemukan adanya dropping, itu langsung laporkan ke Satpol PP ataupun dinas instansi terkait ataupun di Polsek ataupun Koramil terdekat,” kata Sulamto.
“Sehingga nanti bisa kami lakukan antisipasi dan tindakan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” imbuhnya.
Baca juga: Bupati Hamenang Ikut Bersih-Bersih Rowo Jombor Klaten, Bakal Ada Area Parkir Bus Jelang Lebaran
Sebagai langkah pencegahan, Satpol PP Klaten berencana meningkatkan patroli rutin, terutama saat akhir pekan dan hari libur di lokasi-lokasi wisata.
“Kami akan mengaktifkan untuk patroli di pengawasan setiap akhir pekan, khususnya hari libur di tempat wisata supaya mencegah terjadinya praktik serupa terjadi,” pungkasnya.
Langkah itu dilakukan untuk menjaga kenyamanan pengunjung wisata sekaligus menekan praktik PGOT yang dinilai meresahkan masyarakat. (*)