TRIBUNNEWS.COM - Tingkat kualitas serangan Kolombia tidak main-main, tim asuhan Nestor Lorenzo itu adalah yang terproduktif kedua di bawah Argentina, meskipun finis di urutan ketika zona CONMEBOL selama kualifikasi Piala Dunia 2026.

Di balik produktivitas gol tersebut ada satu sosok yang menjadi andalan bagi Kolombia. Dia adalah luis Diaz. Penyerang Bayern Munchen yang mencetak seperempat (7 gol) dari total gol yang dihasilkan timnas selama kualifikasi.

Secara keseluruhan berdasarkan statistik Opta, Kolombia mencatatkan gol yang diharapkan terbanyak (zona CONMEBOL) sebesar 28,8 xG, tembakan sasaran yang menyentuh angka 96, ditambah dengan gol sundulan (7).

Koleksi gol Luis Diaz hanya terpaut satu angka dari sang top skorer, Lionel Messi (Argentina) yang menghasilkan 8 gol dalam 18 pertandingan.

Menurut Football Enthusiast, Gigih W, Kolombia memiliki ketergantungan dengan Luis Diaz.

Pola penyerangan tim berjuluk Los Cafeteros itu digambarkan Gigih sebagai Luis Diaz-sentris. 

Masalah yang bisa terjadi bagi Kolombia adalah jika Luis Diaz tampil di bawah performa terbaiknya, atau pengawalan ketat dari lawan yang membuat ruang geraknya terbatas, dan ini akan menjadi boomerang bagi Kolombia menghasilkan gol.

"Masalah ini menjadi pekerjaan rumah utama karena lawan sudah menemukan cara untuk mematikan pergerakannya, dan sampai saat ini belum terlihat solusi taktis yang efektif untuk mengatasi kebuntuan itu," ucap Gigih dalam podcast Tribunnews, 'Super Taktik: Prediksi Grup G dan L Piala Dunia 2026, Grupnya Para Calon Juara' di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

Selain Luis Diaz, Lorenzo sejatinya bisa mengandalkan James Rodriguez, bintang mereka di Piala Dunia 2014 yang menyabet sepatu emas di akhir turnamen dengan koleksi enam gol.

Selama masa kualifikasi, penyerang yang pernah bermain untuk Real Madrid itu menghasilkan tujuh assist untuk rekannya. Jumlahnya tiga kali lebih banyak daripada pemain Kolombia lainnya.

Meskipun pola serangan Lorenzo dapat dibaca oleh lawan, kedua pemain tersebut tetap akan menjadi andalan yang memegang peran penting dalam permainan Kolombia.

Harapannya, ritme yang dibangun dengan Luis Diaz-sentris bisa menyamai bahkan melebihi pencapaian mereka di tahun 2014 ketika melangkah ke babak perempat final.

Pada laga perdana Piala Dunia 2026 Grup K besok, Kolombia akan menghadapi pendatang baru, alias debutan yakni Uzbekistan yang datang dengan semangat juang dan motivasi yang berlipat.

Tim yang awalnya dikomandoi oleh Timur Kapadze (kini Fabio Cannavaro) itu berhasil finis di peringkat zona Asia untuk melangkah ke putaran final Piala Dunia yang merupakan pertama kalinya bagi tim berjuluk White Wolves itu.

Untuk diketahui, dari 16 pertandingan, Uzbekistan hanya kalah satu kali.

Eldor Shomurodov memainkan peran utamanya sebagai penyerang Uzbekistan yang terlibat langsung dalam sembilan gol (5 gol dan 4 assist). 

Jumlah itu menjadi yang terbanyak di antara pemain Uzbekistan lainnya.

Sisi Lain Cannavaro vs Lorenzo

Tapi, produktivitas Shomurodov belum teruji di bawah asuhan Fabio Cannavaro, orang yang menggantikan Timur Kapadze di kursi kepelatihan timnas Uzbekistan.

Penyerang Roma yang sekaligus menjabat sebagai kapten timnas Uzbekistan itu baru menghasilkan dua gol dan satu assist dalam delapan pertandingan.

Uzbekistan di bawah asuhan Cannavaro memenangkan lima pertandingan dari jumlah pertandingan di atas, dua di antaranya melalui adu penalti.

Namun pada pertandingan nanti, sorotan tidak hanya terjadi soal produktivitas Kolombia dengan Luis Diaz-sentris atau Shomurodov saja, tetapi juga pada sosok Cannvaro dan Nestor Lorenzo.

Piala Dunia terakhir (2010) saat masih menjadi pemain dan memperkuat Italia, Cannavaro kalah mengecewakan dari Slovakia. Tim yang menyandang status debutan ketika itu.

Padahal ketika itu Italia menyandang status sebagai juara bertahan (menang di Piala Dunia (2006) dan untuk terakhir kalinya, tim debutan berhasil lolos dari babak penyisihan grup, yaknis Slovakia.

Cannavaro ingin meniru pencapaian Slovakia dengan Uzbekistan, sementara tim terakhir dari konfederasi Asia yang lolos dari babak penyisihan grup adalah Arab Saudi pada tahun 1994.

Kebetulan, lawan sejawat yang dihadapi Cannavaro, Nestor Lorenzo adalah sosok yang memiliki pengalaman di Piala Dunia.

Dia pernah menjadi bagian dari tim Argentina yang berhasil mencapai final tahun 1990, meskipun kalah dari timnas Jerman Barat.

Ketika Cannavaro mengangkat trofi Piala Dunia dua dekade lalu, Lorenzo adalah asisten pelatih Argentina di bawah Jose Pekerman, yang kemudian ia dampingi bersama Kolombia saat mereka mencapai perempat final pada tahun 2014, menurut Opta.

Lorenzo akhirnya menjadi pelatih kepala Kolombia setelah kegagalan tim Los Cafeteros untuk melangkah ke putaran final Piala Dunia 2022. 

Dia membawa Kolombia tampil mengesankan selama kualifikasi dengan finis di belakang Argentina dan Ekuador.

Pertemuan besok yang berlangsung di Stadion Meksiko City pada Kamis (18/6/2026) pukul 09.00 WIB akan menjadi yang kedua bagi Kolombia dan Uzbekistan.

Satu-satunya kemenangan Uzbekistan atas tim dari konfederasi CONMEBOL terjadi pada Maret 2023.

Sementara Kolombia terakhir kali melawan tim Asia di Piala Dunia 2018 saat kalah 2-1 dari Jepang.

Analis Opta memprediksikan, Kolombia berpeluang memenangkan pertandingan sebanyak 67 persen daripada Uzbekistan (11,7 persen), dan sisa 20,6?rakhir imbang.

Sejarah menunjukkan, tidak ada akan terjadi kebuntuan gol di pertandingan besok. Pasalnya, dalam 22 pertandingan Kolombia di Piala Dunia tidak pernah berakhir imbang.

Prediksi susunan pemain Uzbekistan vs Kolombia

Uzbekistan

Utkir Yusupov, Abdukodir Khusanov, Rustam Ashurmatov, Abdulla Abdullaev, Otabek Shukurov Otabek Shukurov, Odiljon Khamrobekov, Sherzod Nasrullaev, Farrukh Sayfiev, Oston Urunov, Abbosbek Fayzullaev, Eldor Shomurodov.

Pelatih: Fabio Cannavaro

Kolombia

Vargas, Munoz, Sanchez, Jhon Lucumi, Mojica, Richard Rios, Jefferson Lerma, Jhon Arias, James Rodriguez, Luis Diaz, Luis Suarez.

(Tribunnews.com/Sina)

Baca Lebih Lanjut
Prediksi Grup K Piala Dunia 2026 Versi Coach Anton: Portugal vs Kongo, Uzbekistan vs Kolombia
Irsan Yamananda
Pratinjau Uzbekistan lawan Kolombia, debutan hadapi tim berpengalaman
Antaranews
Prediksi Skor Brasil Vs Maroko: Susunan Pemain, Head to Head, Jadwal Kick Off di Piala Dunia 2026
Rusaidah
Austria vs Yordania : Prediksi Skor, Head to Head, Susunan Pemain dan Jadwalnya di Piala Dunia 2026
Dedy Qurniawan
Jelang Brasil vs Maroko di Piala Dunia 2026, Asisten Pelatih Madura United Prediksi Bakal Sengit
Samsul Arifin
Berstatus Debutan, Timnas Uzbekistan Anggap Piala Dunia 2026 Ajang Pemanasan sebelum Piala Asia 2027
Zulfikar Pamungkas
Bek Persib Kakang Rudianto Favoritkan Portugal di Piala Dunia 2026, Ini Alasannya
Rheina Sukmawati
Prediksi Skor Meksiko Vs Afrika Selatan 2-1 dari Coach Widodo, Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Dyan Rekohadi
Prediksi Spanyol vs Cape Verde Piala Dunia 2026, Rodri Jadi Pembeda, Head to Head dan Susunan Pemain
M Zulkodri
Brazil vs Maroko : Prediksi Skor, Head to Head, Susunan Pemain dan Jadwalnya di Piala Dunia 2026
Dedy Qurniawan