TRIBUN-MEDAN.COM - Kasus seorang siswi SMP di OKU Selatan, Sumatera Selatan, menjadi korban bullying oleh kakak kelasnya menjadi sorotan publik.

Peristiwa bully ini terjadi di dalam kelas saat sedang sepi.

Video aksi bullying di SMPN 1 Pulau Beringin, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan, tersebut viral di media sosial.

Korban, berinisial EF kelas 7 itu menangis saat menerima pukulan dari siswi lain kakak kelasnya berinisial RA siswi kelas 9.

Bahkan, kerudung yang ia kenakan turut dilepaskan oleh kakak kelasnya itu.

Menurut pemberitaan sripoku.com, kejadian tersebut berada di ruang kelas saat jam istirahat.

Bahkan, kejadian ini direkam oleh salah satu teman pelaku.

Terlihat juga siswi lainnya di sekeliling korban hanya menyaksikan peristiwa bullying dan kekerasan tersebut.

Tanggapan pihak sekolah

Menanggapi hal ini, Kepala SMPN 1 Pulau Beringin, Siti Marwiyah, membenarkan insiden tersebut terjadi terhadap siswinya di sekolah tersebut.

Menurutnya, peristiwa ini bermula dari saling ejek antar siswa yang kemudian berujung pada aksi kekerasan.

Selaku Kepala Sekolah Siti menyesalkan kejadian yang sudah terlanjur viral tersebut.

Namun ia menuturkan bahwa masalah tersebut akan diselesaikan melalui kekeluargaan.  

"Kejadian ini sangat kami sesalkan. Kami sudah mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara kekeluargaan," ujar Siti Marwiyah, kepada wartawan Senin (10/6/2024).

Pihak sekolah ngaku kecolongan

Siti Marwiyah mengklaim bahwa jauh hari sebelum terjadi Bullying bahwa pihak sekolah sudah memperingatkan kepada seluruh siswa agar tidak melakukan bullying dan larangan siswa/i membawa handphone namun kali ini mereka mengaku kecolongan.

"Sebenarnya Pihak Sekolah sudah memberikan peringatan tegas, namun kita pihak sekolah merasa kecolongan, dan untuk ke depan akan diperketat lagi dalam pengawasan,"ujarnya.

Kadis: Akan kita tindak tegas

Sementara, meski telah ada upaya perdamaian dengan mempertemukan kedua belah pihak dari orang tua siswa, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Selatan, Beni Suhendro, menegaskan bahwa tindakan tegas akan tetap diambil.

"Kami tidak bisa mentolerir kejadian seperti ini. Akan ada sanksi tegas bagi siswa yang terlibat, termasuk terhadap kepala sekolah dan guru pengajar yang lalai dalam menjalankan tugas mereka," tegas Beni Suhendro.

Menurutnya, kasus ini menjadi perhatian serius dari berbagai pihak, mengingat pentingnya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi para siswa.

Masyarakat pun berharap langkah tegas yang diambil dapat menjadi pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

(*/Tribun-medan.com)

Baca Lebih Lanjut
Viral Siswi SD di Depok Jadi Korban Kekerasan Bocah SMP: Dipukul, Diinjak, dan Dijambak
Sindonews
Polisi Tangkap 2 Pelaku Bullying dan Penganiayaan Siswi SD di Depok
Sindonews
Viral Siswi SD di Citayam Depok Dipukuli-Dijambak Sejumlah Siswi SMP
Detik
Siswi SD di Citayam Dipukuli Murid SMP Alami Luka di Punggung dan Kepala
Detik
'Rekrutmen Geng' via Bully Berujung 2 Siswi SMP Depok Diamankan Polisi
Detik
Keluarga Sebut Siswi SD Korban Perundungan Murid SMP di Citayam Alami Trauma
Detik
Polisi Upayakan Diversi di Kasus Murid SMP Bully Siswi SD di Depok
Detik
Polisi Ungkap Dugaan Motif Sejumlah Murid SMP Pukuli Siswi SD di Citayam
Detik
Polisi Sebut Ada 3 Pelaku Kasus Penganiayaan Siswi SD di Citayam Depok
Detik
Polisi Amankan 2 Murid SMP Pelaku Perundungan Siswi SD di Depok
Detik