TRIBUNJAKARTA.COM - Apakah benar Air Susu Ibu alias ASI di payudara bisa basi jika lama tak disusui kepada si kecil?
Bidan Ony Christy alias Bidan Kriwil menjawab pertanyaan yang jadi keresahan mama tersebut.
ASI adalah susu yang diproduksi oleh mama untuk konsumsi bayi dan merupakan sumber gizi utama bayi yang belum dapat mencerna makanan.
ASI mengandung semua nutrisi yang diperlukan bayi, termasuk protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, dan zat besi.
Si kecil dianjurkan untuk meminum ASI sampai usianya 2 tahun.
Namun muncul pertanyaan, apakah ASI bisa basi di payudara mama jika lama tak menyusui si kecil?
Bidan Kriwil mengatakan, ASI yang ada di payudara mama tidak akan basi.
"ASI itu baru akan basi kalau misalnya dia dikeluarkan dari payudara entah itu diperah atau dipumping,"
"Kemudian dibiarkan dalam suhu ruang atau tempat penyimpanannya tidak sesuai, itu bisa basi," jelasnya di YouTube channel pribadinya.
Jadi jika mama tidak menyusui si kecil misal selama sebulan karena sakit, ASI di payudara mama tak akan basi.
Bidan Kriwil menyarankan, sebaiknya ASI di payudara mama diperah supaya tak menimbulkan sakit.
Pasalnya, ASI yang tidak dikeluarkan bisa menyebabkan bendungan ASI di payudara.
"Jadi saluran ASI nya itu terbendung, ini menyebabkan saluran ASI nya terasa penuh, keras dan nyeri,"
"Bahkan ada ibu yang sampai demam. Jika sumbatan ASI ini tidak diatasi dengan baik, bisa malah terjadi mastitis," ucap Bidan Kriwil.
Dilansir dari berbagai sumber, mama bisa mulai memompa ASI pada waktu pagi hari sebelum berangkat kerja.
Selain itu, pumping bisa dilakukan di antara waktu menyusui, seperti 30-60 menit setelah menyusui, atau paling tidak satu jam sebelum menyusui.
Dengan cara tersebut dapat membuat stok ASI bayi akan kembali tersedia untuk waktu menyusui selanjutnya.
Jika mama hanya memompa ASI dan tidak menyusui secara langsung, waktu yang tepat untuk memompa yaitu:
Rencanakan untuk memompa 8-10 kali dalam waktu 24 jam.
Produksi susu penuh biasanya 25-35 ons (750-1.035 mL) per 24 jam\
Setelah mama mencapai produksi ASI secara full, pertahankan jadwal yang telah dibuat.