JAKARTA - Pernahkah Anda melihat hewan yang sepertinya tidak cocok hidup di abad ke-21? Hewan-hewan ini seolah-olah berasal dari zaman purba, mengingatkan kita pada makhluk-makhluk yang dulu hanya bisa kita lihat di film-film dinosaurus.

Meski banyak spesies purba telah punah, beberapa hewan berhasil bertahan melewati berbagai ujian waktu, termasuk kepunahan massal, perubahan iklim, dan pergeseran geografis.

Berikut adalah 7 hewan yang paling terlihat 'prasejarah' dan masih hidup hingga kini.


1. Biawak Tanpa Telinga (Earless Monitor)

Biawak tanpa telinga adalah salah satu spesies reptil paling langka di dunia. Ditemukan hanya di hutan Kalimantan, kadal unik ini memiliki penampilan kuno dan tidak memiliki telinga luar. Asal-usul evolusinya menempatkannya sebagai "fosil hidup", karena merupakan satu-satunya anggota keluarga kadal Lanthanotidae yang masih hidup (garis keturunan yang terkait dengan biawak, seperti komodo).

Tubuh ramping biawak tanpa telinga, anggota badan yang mengecil, dan tidak adanya telinga luar mencerminkan adaptasinya terhadap gaya hidup semi-akuatik, kemungkinan desain primitif yang bertahan selama berabad-abad.

2. Tapir

Tapir adalah mamalia yang menarik dengan sejarah evolusi yang membentang sekitar 50 juta tahun yang lalu. Mereka termasuk dalam ordo mamalia Perissodactyla, yang juga mencakup kuda dan badak. Hanya empat spesies tapir yang bertahan hingga saat ini.

Berasal dari zaman Eosen, tapir hanya mengalami sedikit perubahan bentuk dasar sejak saat itu. Herbivora semi-soliter ini dapat dikenali dari moncongnya yang dapat memegang, yang digunakan untuk mencari makan dan memanipulasi dedaunan.

3. Salamander Andrias

Salamander Andrias, umumnya dikenal sebagai salamander raksasa, adalah bagian dari garis keturunan yang dikenal sebagai cryptobranchids yang membentang lebih dari 150 juta tahun, menjadikannya salah satu kelompok amfibi tertua yang masih ada hingga saat ini. Mereka juga merupakan amfibi terbesar.

Salamander Andrias telah mempertahankan banyak fitur primitif yang sedikit berubah selama jutaan tahun. Berasal dari Asia Timur, amfibi yang mengesankan ini dapat tumbuh hingga 1,8 meter (hampir 6 kaki), dan tubuhnya yang besar dan kuat serta gaya hidup akuatik mengingatkan pada amfibi purba.

4. Hoatzin

Hoatzin adalah burung yang luar biasa yang akar evolusinya dapat ditelusuri kembali sekitar 64 juta tahun ke awal era Kenozoikum. Berasal dari hutan hujan Amazon, burung ini terkenal karena ciri-cirinya yang khas, seperti jambul kepala yang runcing, sistem pencernaan aneh yang memfermentasi tumbuh-tumbuhan, dan anaknya yang memiliki cakar di sayapnya — suatu sifat yang mengingatkan pada nenek moyang awalnya.

Penampilan hoatzin yang relatif tidak berubah dan adaptasi khusus menyoroti sejarah evolusinya yang panjang, menawarkan sekilas masa lalu unggas yang telah bertahan selama jutaan tahun perubahan lingkungan.

5. Solenodon

Solenodon adalah mamalia dengan garis keturunan yang berasal dari sekitar 60 juta tahun yang lalu. Hanya dua spesies yang bertahan hingga saat ini. Mamalia pemakan serangga kecil ini berasal dari pulau-pulau Karibia di Kuba dan Hispaniola, di mana ia sangat langka. Moncongnya yang panjang dan fleksibel, air liur berbisa, dan karakteristik reproduksi yang unik mencerminkan sejarah evolusi yang dimulai tak lama setelah kepunahan dinosaurus.

6. Tuatara

Tuatara adalah reptil yang menarik yang garis keturunannya membentang sekitar 230 juta tahun yang lalu hingga periode Trias, menjadikannya salah satu garis keturunan reptil tertua yang masih hidup. Berasal dari Selandia Baru, makhluk mirip kadal ini adalah satu-satunya anggota yang masih hidup dari seluruh ordo reptil, yang dikenal sebagai rhynchocephalians.

Kehadirannya yang telah lama ada dan morfologi yang relatif tidak berubah memberikan gambaran langka tentang masa lalu kehidupan reptil purba, menggambarkan bagaimana spesies tertentu mempertahankan karakteristik fundamentalnya melalui ribuan tahun transformasi geologis dan ekologis.

7. Kalajengking Cambuk Tanpa Ekor (Tailless Whip Scorpion)

Kalajengking cambuk tanpa ekor adalah arakhnida yang garis keturunannya berasal dari lebih 400 juta tahun yang lalu, menjadikannya salah satu kelompok arthropoda darat yang paling kuno dan bertahan lama.

Makhluk-makhluk menakjubkan ini, yang sering ditemukan di daerah tropis dan subtropis, terkenal karena penampilannya yang unik dan fitur-fitur primitifnya. Tidak seperti kerabat mereka yang lebih dikenal, kalajengking cambuk tanpa ekor tidak memiliki penyengat berbisa, melainkan mengandalkan pedipalpusnya yang panjang dan berduri untuk menangkapmangsa.

Baca Lebih Lanjut
Ilmuwan Kaji Dinosaurus Bisa Sebesar Apa, Ini Jawabannya
Detik
Daftar Hewan yang Punya Banyak Mata, Ada yang sampai 10 Ribu Mata
Sindonews
Proses Pembuatan Sosis Darah di Korea Ini Bikin Orang Mual
Detik
Mengapa Jumlah Burung di Bumi Sangat Banyak? Ini Kata Ilmuwan
Detik
7 Pantun Yang Pas Untuk Akhir Pekan, Pergi ke bioskop nonton film baru,Cakep!
Yudha Kristiawan
Ini Dia Nick Pauley Sosok di Balik Viralnya Deadpool Dance
Timesindonesia
"Deadpool & Wolverine" cetak Rp1,5 triliun di akhir pekan
Antaranews
Raksasa Berbulu Terekam Kamera Berlari Mengejar Rusa
Sindonews
Bukan Kali Pertama Duyung Terdampar di Sekitar Tanjungkalian, Mentok Bangka Barat
Teddy Malaka
Ngeri! Sisa Tubuh Manusia Ditemukan di Perut Buaya Raksasa
Detik