TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Berikut kunci jawaban untuk soal sumatif Pendidikan Karakter Budaya Alam Minangkabau PK-BAM kelas 3 SD dan MI tentang bahasa pergaulan dalam adat Minangkabau Bab Kato Mandaki buku paket Kurikulum Merdeka lengkap dengan materi tentang kato manurun .
Sebelum kunci jawaban untuk soal sumatif nya, kami lampirkan juga materi tentang bahasa dalam pergaulan dalam adat Minangkabau Bab Kato Manurun .
Bahasa Dalam pergaulan dalam adat Minangkabau
Kato manurun (kata menurun)
Kato manurun adalah bahasa yang digunakan untuk orang yang statusnya lebih tinggi dari lawan bicaranya. Umpanya yang dipakai mamak kepada kemenakanya, guru kepada murid, atasan kepada bawahanya seperti pepatah yang mengatakan:
Jalan manurun tantak-antak,
Ingek-ingek nan dibawah ko tasingguang,
Jago kato kato kok manganai
Maksud pepetah diatas adalah dalam berbicara perlu juga diperhatikan, agar menghindari manghardik atau berkata mementingkang diri sendiri tidak memikirkan atau tidak memperdulikan persaan lawan bicara yang akan tersinggung, sehinggan dalam berbicara jaga perkataan agar tidaka ada yang sakit hati.
Seperti pepatah mengatakan: "Ingek-ingek nan diateh, nan dibawah kok maimpok, tirih kok datang dari lantai, galodo kok tibo di muaro".
Artinya ini merupakan suatu pedoman penting bagi atasan atau yang dituakan untuk tidak terlalu cepat emosi, jangan mencaci maki, jangan mengajari anak buah atau murid yang bersifat pribadi di tempat ramai.
Sifat utama seorang tua dalah bepandang lapang, baa lam laweh, bahati lapang paham salasai. Selain itu juga harus diingat.
Nak tinggi naikan budi,
Nak mulie tapake janji
Nak taguah paham dikunci
Pemakain kata untuk kato manurun ini adalah awak den, dan untuk orang pertama awak anga untuk laki-laki dan awak kau untuk perempuan.
Contoh kato manurun biasanya nasehat. Seoarang mamak yang sedang menesehati beberapa pemuda dan pemudi agar menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh.
Dari beberapa penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwasanya budaya Minangkabau ini sangat mengikat dan menuntun masyarakatnya untuk menjadikan masyarakat Minangkabau yang bermoral.
Hal itu dibuktikan dalam berbicarapun masyarakat Minangkabau memiliki budaya tersendiri bagaimana berbicara kepada yang lebih tua, kecil, orang yang disegani dan yang sebaya, ini juga menggambarkan masyarakat Minangkabau itu memiliki kedudukan yang sama orang yang lebih tua tidak seenaknya berbicara kepada yang lebih kecil.
Jadi jika dipahami lebih lanjut dalam berbicara diMinangkabau ini ada kata yang empat (kato ampek) tujuanya agar berbicara itu melihat terlebih dahulu melihat status lawan bicara.
Soal Pilihan Ganda dan Kunci Jawaban :
1. Apa yang dimaksud dengan "kato manurun" dalam adat Minangkabau ?
a. Bahasa yang digunakan untuk berbicara dengan orang yang lebih tua
b. Bahasa yang digunakan untuk berbicara dengan orang yang lebih muda atau memiliki status lebih rendah
c. Bahasa yang digunakan untuk berbicara dengan teman sebaya
d. Bahasa yang digunakan dalam acara resmi
Kunci Jawaban: b. Bahasa yang digunakan untuk berbicara dengan orang yang lebih muda atau memiliki status lebih rendah
Penjelasan: Kato manurun adalah bentuk bahasa yang digunakan oleh orang yang memiliki kedudukan lebih tinggi ketika berbicara kepada orang yang lebih rendah, seperti mamak kepada kemenakan atau guru kepada murid.
2. Manakah contoh penggunaan kata manurun yang tepat?
a. "Ambo nak mintak izin ke mandeh" (Saya ingin meminta izin kepada ibu)
b. "Awak nak ka mana?" (Kamu mau ke mana?)
c. "Den, tolong ambilkan buku itu" (Tolong ambilkan buku itu)
d. "Kito bareng ka warung yuk?" (Kita bareng ke warung yuk?)
Kunci Jawaban: c. "Den, tolong ambilkan buku itu" (Tolong ambilkan buku itu)
Penjelasan: Kalimat ini menggunakan kata "den" yang merupakan bentuk panggilan yang lebih rendah, menunjukkan bahwa pembicara memiliki kedudukan yang lebih tinggi.
3. Mengapa penting menggunakan kato manurun dalam pergaulan masyarakat Minangkabau?
a. Agar terlihat lebih berkuasa
b. Agar lebih dihormati orang lain
c. Agar tercipta hubungan yang harmonis dan saling menghormati
d. Agar tidak dianggap sombong
Kunci Jawaban: c. Agar tercipta hubungan yang harmonis dan saling menghormati
Penjelasan: Penggunaan kato manurun menunjukkan sikap yang bijaksana dan penuh pertimbangan terhadap perasaan orang lain, sehingga tercipta hubungan yang harmonis dalam masyarakat.
4. Manakah yang bukan merupakan ciri khas dari kato manurun?
a. Menggunakan bahasa yang lebih halus
b. Menggunakan kata-kata yang lebih sederhana
c. Menggunakan nada suara yang lebih tinggi
d. Menunjukkan sikap yang lebih rendah hati
Kunci Jawaban: c. Menggunakan nada suara yang lebih tinggi
Penjelasan: Kato manurun justru cenderung menggunakan nada suara yang lebih lembut dan tidak memaksa.
5. Pepatah "Jalan manurun tantak-antak, Ingek-ingek nan dibawah ko tasingguang" mengandung makna...
a. Orang yang berada di atas harus selalu waspada
b. Orang yang berada di atas harus memperhatikan perasaan orang lain
c. Orang yang berada di atas harus selalu memberi perintah
d. Orang yang berada di atas harus selalu bersikap keras
Kunci Jawaban: b. Orang yang berada di atas harus memperhatikan perasaan orang lain
Penjelasan: Pepatah ini mengingatkan bahwa orang yang memiliki kedudukan lebih tinggi harus berhati-hati dalam berbicara agar tidak menyakiti perasaan orang lain.
Demikian kunci jawaban untuk soal sumatif Pendidikan Karakter Budaya Alam Minangkabau PK-BAM kelas 3 SD dan MI tentang bahasa pergaulan dalam adat Minangkabau Bab Kato Mandaki buku paket Kurikulum Merdeka lengkap dengan materi tentang kato manurun .
( Tribunpekanbaru.com / Pitos Punjadi )