TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Eks Kabareskrim Susno Duadji mengaku bahwa dirinya kerap dihujat oleh pihak yang dia sebut sebagai kaum bani inkrah soal kasus Vina Cirebon.
Meskipun menurutnya, kasus Vina Cirebon yang masih bergulir ini sudah mulai terang.
Yaitu terang yang mengarah kepada dugaan kasus kecelakaan, bukan kasus pembunuhan.
"Saya sering dihujat oleh kaum bani inkrah," kata Susno Duadji dikutip dari kanal Youtube-nya, Minggu (25/8/2024).
Dia menyinggung bahwa kaum bani inkrah ini menolak saksi-saksi baru di kasus Vina Cirebon.
Walau pun saksi baru ini sejalan dengan bukti lain yang muncul yang bahkan termasuk bukti scientific.
Dia pun menyindir bahwa kaum bani inkrah ini senang melihat orang yang sedang kesusahan.
"Sudah watak bani inkrah, bani inkrah itu senang lihat orang susah, susah lihat orang senang. Apa sih susahnya orang yang tidak bersalah dibebaskan," kata Susno.
Dia menjelaskan bahwa begitu terbukti bahwa kasus Vina Cirebon ini merupakan kecelakaan lalu lintas, berarti yang di dalam penjara harus dibebaskan.
Selain itu nama mereka juga harus dipulihkan.
Susno pun yakin akan hal tersebut yang mana kasus kematian Vina dan Eky ini adalah kecelakaan lalu lintas.
Susno juga menyinggung jika ada yang berupaya menutupi kasus ini yang menurutnya itu paling jahat.
"Itu paling jahat menurut saya, saya katakan paling jahat," katanya.
Jika sayang dengan Polri, kata dia, Polri ini bukan milik Polri dan bukan milik pensiunan Polri.
Polri ini, kata dia, adalah miliki masyarakat Indonesia.
"Yang gaji Polri itu seluruh rakyat Indonesia melalui pajak, melalui hasil kekayaan negara," katanya.
Maka dari itu, rakyat pasti menghendaki bahwa Polisi bisa bertugas dengan baik.
Bahkan Kapolri dan elit-elit Polri juga menginginkan instansi Polri lebih baik lagi.
"Rakyat menghendakinya baik dan termasuk kapolri, kapolri dan elit Polri itu menghendaki Polri baik," katanya.
Namun, kata dia, oknum ada saja di lingkungan instansi ini.
Ditambah adanya orang-orang penjilat yang terus memuja Polri tidak bersalah.
"Tapi ada oknum-oknum, baik Polri yang di dalam, atau oknum yang sudah pensiun, atau oknum yang menjilat yang memuja-muja bahwa Polri gak bersalah," katanya.
"Itu yang mencelakakan Polri, Polri harus memperbaiki, dikoreksi, diberi tahu, kalau salah katakan salah supaya berbenah," sambung Susno.
Bahkan Kapolri sendiri, kata Susno, bersedia Polri dikritik.
"Kapolri sendiri mengatakan, siapa yang berani mengkritik Polri itu adalah sahabat saya," kata Susno.
"Masa kapolri mau dikritik, yang lain menutupi kesalahan, melampar kesalahan, nah ini bani inkrah, gak boleh," ungkapnya.