Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi
TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Sate maranggi merupakan hidangan tradisional dan terkenal khas Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Terbuat dari daging sapi atau kambing yang dibumbui dengan rempah-rempah khas, membuat sate maranggi menjadi makanan favorit banyak khalayak.
Pada penyajiannya, sate maranggi khas Purwakarta ini akan dibakar di atas bara api untuk kemudian dihidangkan bersama sambal kecap dan bisa dinikmati dengan nasi timbel atau ketan bakar.
Di Kabupaten Purwakarta terdapat sebuah warung sate maranggi yang selalu ramai oleh pembeli setiap harinya.
Warung sate tersebut tepat berada di kolong jembatan Tol Cipularang KM 99, Desa Sawit, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Warung tersebut bernama 'Sate Maranggi Kolong' yang berada di Jalan Raya Darangdan yang menghubungkan Purwakarta-Bandung. Dengan demikian, banyak pelancong yang melintas untuk berhenti beristirahat dan manyantap makanan khas Purwakarta tersebut.
Abdul Kohar (48), pedagang Sate Maranggi Kolong menyebutkan bahwa ia bisa menghabiskan 50 Kg daging sapi di hari biasa dan 100 Kg pada momen liburan.
"Dalam sehari bisa 50 Kg daging sapi, kalau hari libur bisa sampai dua kali lipat. Untuk waktu buka dari pukul 07.00 WIB hingga 03.00 WIB dini hari dan buka setiap hari," ujar Kohar kepada Tribunjabar.id, Senin (9/8/2024)
Kohar menyampaikan bahwa dalam sehari warung Sate Maranggi Kolong dapat menjualal 15 hingga 20 ribu tusuk sate maranggi saat hari libur dan 5 ribu tusuk saat hari biasa.
Ia menyebutkan, disebut Sate Maranggi Kolong, karena tempat berjualannya yang berada di bawah kolong jembatan Tol Cipularang.
"Ini saat itu bukanya sekitar satu tahun Tol Cipularang beroperasi, yaitu kami buka di tahun 2006," ucapnya.
Kohar mengatakan, usaha sate maranggi ini sudah berlangsung turun temurun. Kohar pun mengaku sudah berjualan di Sate Maranggi Kolong sudah dari tahun 2013.
Adapun untuk harga, Kohar melanjutkan, satu porsi sate maranggi dihargai Rp 20 ribu atau satu tusuk sate berharga Rp 2 ribu.
"Satu porsi itu sepuluh tusuk sate dihargai Rp 20 ribu, sedangkan untuk nasi timbel itu Rp 3 ribu," ucapnya.
Sementara itu, salah satu pembeli asal Karawang, Saepurohman (45) mengaku sudah langganan makan di Sate Maranggi Kolong.
"Karena suka pulang pergi dari Karawang ke Bandung, jadi suka istirahat disini sambil makan siang," ucapnya.
Ia mengaku bahwa Sate Maranggi Kolong memiliki ciri khas sendiri, yakni memiliki rasa lebih gurih.
"Lebih gurih untuk rasanya, kemudian bumbu kecapnya juga enak. Untuk harga juga terjangkau," kata Saepurohman.
Adapun untuk Anda yang ingin menikmati Sate Maranggi Kolong ini, Anda bisa keluar di Exit Tol Cipularang KM 99 Darangdan dari arah Jakarta menuju Bandung.(*)