Mie Aceh di sini dibuat spesial karena disajikan dengan topping lobster. Selain itu, proses memasaknya menggunakan api arang yang memberikan aroma asap yang sedap


Mie Aceh menjadi menu yang paling populer ketika mampir ke restoran atau warung makan Aceh. Mie Aceh sebenarnya merupakan kuliner yang mendapat pengaruh dari China.


Racikannya kemudian diadaptasi dengan menggunakan rempah-rempahan khas Aceh yang pekat. Mie Aceh dapat disajikan dengan berbagai topping, mulai dari telur, daging, hingga seafood.



Di tempat yang bernama Waroeng Aceh Garuda, kamu bisa menikmati kelezatan mie Aceh yang spesial. Mulai dari proses memasaknya hingga topping yang disajikan.


DetikFood menyambangi restoran yang belum lama dibuka berlokasi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan pada Selasa (01/10/24).






1. Ada banyak gerai dalam satu naungan



Waroeng Aceh Garuda

Waroeng Aceh Garuda masih terbilang baru dan bisa jadi rekomendasi restoran yang menawarkan aneka makanan khas Aceh. Di dalam restoran ini ada beberapa gerai dalam satu naungan.


Mulai dari gerai nasi Aceh hingga gerai lontong sayur Aceh. Kamu bisa memesan di pelayan yang sama, tetapi proses transaksi dilakukan berbeda, sesuai dengan gerai masing-masing.


Lokasinya yang strategis, membuat restoran ini jadi pilihan banyak kalangan. Saat detikFood mampir ke restoran ini, pengunjung kebanyakan datang dari kalangan dari karyawan




2. Cocok jadi tempat makan keluarga



Waroeng Aceh Garuda

Waroeng Aceh Garuda ini cocok jadi pilihan tempat makan keluarga karena lokasinya yang luas. Restoran ini memiliki banyak spot tempat duduk, ada yang indoor, semi outdoor, dan outdoor.


Area outdoor yang paling jadi incaran, karena terdapat beberapa pohon rindang dan interior yang lebih kekinian. Suasananya bersantapnya adem cocok untuk makan siang atau makan malam.


Menu di Waroeng Aceh Garuda ada di halaman selanjutnya.



3. Mie Aceh topping lobster spesial



Waroeng Aceh Garuda

Ada banyak makanan khas Aceh yang tersedia di sini. Salah satu yang sayang dilewatkan adalah mie Aceh dengan topping lobster. Harganya dibanderol Rp 60.000 per 100 gram.


Kami memesan mie Acehnya agar dibuat 'nyemek' atau dengan sedikit kuah. Mie Acehnya pun disajikan dengan topping lobster utuh. Selain itu, juga dilengkapi dengan tauge dan telur orak-arik.



Mie Acehnya disajikan panas hingga aroma kapulaga dan adas tercium sedap dari kepulan mienya. Rempah tersebut juga memberikan citarasa manis dan sedikit pedas yang tajam.


Kuah kaldu yang berwarna merah kecokelatan tersebut rasanya gurih, sedikit manis, dan sedikit pedas. Berpadu dengan aroma seafood yang gurih khas. Ada sensasi smokey karena dimasak pakai arang kayu.




Lobster yang berukuran besar itu hanya dibelah dua untuk memudahkan saat dimakan. Dagingnya tebal, manis, dan kenyal ketika dimakan. Sari-sari dari lobsternya pun memberikan rasa gurih mantap.


Rempah-rempahannya pekat, khususnya pada adas manis dan kapulaga. Terasa makin nikmat dimakan pakai campuran acar bawang merah yang renyah, asam dan segar.


4. Menu harian nasi Aceh



Waroeng Aceh Garuda

Selain mie Aceh, di sini juga punya menu aneka nasi khas Aceh. Namun, menu-menu tersebut hanya tersedia di hari-hari tertentu. Berhubung kami datang di hari Selasa, tersedia menu Nasi Telur Sunti.


Seporsinya dibanderol Rp 30.000. Menu ini sangat sederhana, hanya nasi putih yang disajikan dengan telur dadar sebagai lauk. Rasanya unik, yakni gurih dan dominan asam.


Rupanya, sesuai dengan nama menunya, telur dadar tersebut diracik dengan asam sunti. Itu merupakan bumbu dapur khas Aceh yang terbuat dari belimbing wuluh yang dikeringkan.


5. Teh tarik yang meluber



Waroeng Aceh Garuda

Belum lengkap rasanya jika ke restoran Aceh tapi tak mencicip teh tariknya. Proses pembuatan teh tarik yang dituang tinggi-tinggi memberikan buih halus yang tebal dan luber ke luar bibir gelas.


Rasanya manis pekat, tetapi lebih dominan rasa susunya. Teksturnya milky dengan buih yang tebal. Namun, cecapan sepat dari tehnya terbilang kuat.


Teh tarik tersebut dibanderol Rp 12.000 per gelas. Sayangnya, restoran ini tidak menyediakan menu kudapan manis atau jajanan pasar khas Aceh. Hanya tersedia Roti Canai seharga Rp 13.000.


Roti canainya disajikan dengan keju parut dan susu. Teksturnya lebih empuk dibandingkan renyah, seperti roti canai kebanyakan. Meskipun toppingnya tidak terlalu banyak, tetapi rasanya cukup manis.

Baca Lebih Lanjut
KIP batasi dana kampanye untuk Pilgub Aceh sebesar Rp412 miliar
Antaranews
BPOM memusnahkan 328 bungkus produk mengandung boraks di Aceh
Antaranews
DJP Aceh imbau masyarakat mewaspadai penipuan pegawai pajak palsu
Antaranews
Aceh dikunjungi 3.042 turis asing pada Agustus, didominasi Malaysia
Antaranews
DJBC: Penerimaan bea cukai di Aceh mencapai Rp949,3 miliar
Antaranews
Waroeng Spesial Sambal Kenalkan Cita Rasa Nusantara di Melbourne, Australia
KumparanFOOD
Santri Disiram Pakai Air Cabai, Istri Pimpinan Ponpes di Aceh Ditangkap
KumparanNEWS
Daftar Harga BBM Pertamina Mulai 1 Oktober 2024 di Sumut dan Aceh
Array A Argus
KEJAMNYA Istri Pimpinan Ponpes di Aceh, Santri Disiram Air Cabai, Kepala Digunduli, Tangan Diikat
Septrina Ayu Simanjorang
Bangunan Joglo di Waroeng Solo Itu Koleksi yang Punya, Kini Tempat Nostalgia
Detik