WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Usai kebakaran yang menghanguskan sedikitnya 2 lantai, manajemen Mal Ciputra Jakarta kembali beroperasi, Senin (7/10/2024).
Pembukaan mal tersebut dilakukan usai manajemen Mal Ciputra Jakarta melakukan penutupan selama 3 hari.
Kendati sudah dibuka, namun Mal Ciputra Jakarta beroperasi dengan sejumlah keterbatasan dan kebijakan khusus.
Demikian dikatakan oleh Humas Mal Ciputra Jakarta, Rida Kusrida, saat dihubungi, Selasa (8/10/2024).
"Keterbatasannya karena tenant kami belum semua bisa beroperasi melayani pengunjung," kata Rida.
"Dan kami pun masih proses pemulihan dan perbaikan secara bertahap karena terdampak musibah kebakaran tersebut," ujar Rida.
Selain itu, akan ada pemeriksaan oleh pihak keamanan Mal Ciputra Jakarta kepada setiap pengunjung yang datang untuk berbelanja.
"Sesuai SOP, kami masih terus menjalankan pemeriksaan terhadap pengunjung yang masuk ke Mal Ciputra Jakarta," jelas Rida.
Rida memastikan bahwa pihaknya bersama para tenant dan seluruh karyawan akan lebih memperketat keamanan, terutama terkait kebakaran.
Adapun langkah itu di antaranya, melakukan pengecekan secara berkala, memelihara kelayakan fasilitas pemadaman gedung seperti sprinkler, smoke detector, APAR, juga hydrant.
Rida menyampaikan bahwa pihaknya akan rutin mengadakan pelatihan dan simulasi pemadaman kebakaran.
“Kami berupaya maksimal melakukan pemulihan dan perbaikan gedung secara bertahap untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pengunjung dan tenant Mal Ciputra Jakarta," pungkasnya.
BERITA VIDEO: Mahasiswi Untar yang Akhiri Hidup Rupanya Maba, Manajemen Pastikan Tak Ada Masalah dengan Kampus
Sementera itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran Mal Ciputra Jakarta, meski operasional sudah dijalankan.
"Rencana kami akan mengundang dari laboratorium forensik untuk olah TKP di sana untuk bisa lebih mengetahui secara detil, secara saintifik penyebab awal api ini keluar," kata Kapolsek Grogol Petamburan, Kompol Hafiz Gumilang saat ditemui di kantornya, Selasa (8/10/2024).
Menurutnya, dugaan sementara penyebab pun belum bisa disampaikan ke publik karena masih dalam proses menelusuri bukti-bukti yang ada berdasarkan scientific crime investigation.
"Nanti setelah labfor selesai melakukan olah TKP, baru setelah itu kami berani memberikan keterangan," pungkasnya. (m40)