Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Setiap ada demonstrasi besar yang melibatkan banyak mahasiswa serta para aktivis, lagu Darah Juang kembali populer.
Lagu ini sejatinya adalah ciptaan seorang aktivis alumni Fakultas Filsafat UGM.
Namnya adalah Jhon Tobing. Lagu Darah Juang diciptakannya pada tahun 1986.
Jhon Tobing lahir di Binjai, Sumatera Utara.
Sejak ramai dinyanyikan di era tahun 1990-an, lagu ini menjadi andalan para kaum pergerakan dan aktivis mahasiswa.
Hingga pada 1 April 2015, Lagu Darah Juang dirilis di kanal YouTube Marjinal TV.
Lagu ini kerap dinyanyikan selain lagu-lagu bertema perjuangan lainnya untuk menjadi pembakar bara semangat para mahasiswa atau pendemo di setiap aksi-aksi mereka
Lirik lagu Darah Juang
Di sini negeri kami
Tempat padi terhampar
Samudranya kaya raya
Tanah kami subur tuan
Di negeri permai ini
Berjuta rakyat bersimbah ruah
Anak buruh tak sekolah
Pemuda desa tak kerja
Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
'tuk membebaskan rakyat
Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Pada mu kami berbakti
Di sini negeri kami
Tempat padi terhampar
Samudranya kaya raya
Tanah kami subur tuan
Di negeri permai ini
Berjuta rakyat bersimbah ruah
Anak buruh tak sekolah
Pemuda desa tak kerja
Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
'tuk membebaskan rakyat
Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Padamu kami berbakti
Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
'tuk membebaskan rakyat
Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Padamu kami berbakti.