TRIBUNKALTARA.COM - Daniele De Rossi menanggapi isu yang mengaitkan kepulangannya ke AS Roma setelah pemecatan Ivan Juric.
AS Roma memecat Daniele De Rossi pada bulan September yang kemudian digantikan Ivan Juric.
Hanya berselang kurang lebih dua bulan, AS Roma memecat Ivan Juric tepat Minggu (10/11/2024).
Sebenarnya Daniele De Rossi masih memiliki kontrak bersama AS Roma.
Karena itu, kemungkinannya untuk kembali ke ibu kota masih terbuka lebar.
Dilansir TribunKaltara.com dari Football Italia, Daniele De Rossi mengatakan ia akan kembali ke AS Roma tanpa menyebutkan peran yang akan diembannya.
"Tidak akan pernah lagi di Trigoria? Saya tidak pernah mengatakan itu," kata De Rossi kepada wartawan.
“Di luar dinamika, baik sebagai pemain maupun pelatih, pemecatan adalah bagian dari pekerjaan.
“Tempat itu seperti rumah bagi saya; ayah saya juga bekerja di sana.
"Saya menghabiskan lebih banyak waktu di Trigoria dan di sini daripada di rumah.
"Jadi, sama seperti saya kembali ke Coverciano, saya juga akan kembali ke Trigoria," tambahnya.
Situasi beracun di AS Roma
Situasi beracun di AS Roma, tiga pelatih keluar masuk hanya dalam waktu urang dari 1 tahun.
Di era Jose Mourinho dan Daniele De Rossi, AS Roma selalu banjir dukungan dari fans dalam setiap pertandingan yang dilakoni.
Bahkan tiket untuk menonton pertandingan AS Roma selalu sulit untuk ditemukan karena laku keras.
Jose Mourinho pun dijuluki 'Raja Tiket Habis Terjual' karena Stadion Olimpico selalu penuh selama 43 pertandingan berturut-turut di bawah asuhannya.
Ketika dipecat pada Januari 2024, pemilik AS Roma membuat keputusan cerdas dengan merekrut legenda klub Daniele De Rossi.
Aura mantan gelandang itu masih menarik banyak penggemar ke Olimpico.
Tiket masuk stadion AS Roma kembali terjual habis untuk banyak pertandingan berturut-turut.
Gelombang dukungan tifosi membawa atmosfer fantastis bagi tim tuan rumah dan menakutkan bagi lawan.
Kedamaian itu hancur kurang dari dua bulan lalu ketika AS Roma tiba-tiba memecat Daniele De Rossi untuk mempekerjakan Ivan Juric.
Sebagian besar penggemar merasa dikhianati oleh pemilik klub yang dituduh – dan masih – mengabaikan sejarah dan budaya klub dengan membuat keputusan yang sulit dipahami.
Dilansir TribunKaltara.com dari Football Italia, pemilik klub, Friedkins Family, dituding mengabaikan masukan bahkan tidak pernah berkomunikasi dengan penggemar.
Kondisi kacau balau di AS Roma membuat CEO AS Roma, Lina Selokolu mengundurkan diri hanya beberapa jam sebelum pertandingan perdana Ivan Juric.
Setelah pemecatan Daniele De Rossi, para pemain AS Roma juga merasakan akibat kemarahan para penggemar.
Pemimpin ruang ganti Bryan Cristante, Gianluca Mancini, dan Lorenzo Pellegrini dituduh tidak mendukung sang pelatih.
Rumor bahkan menyebut bahwa Cristante berselisih dengan De Rossi sebelum dimulainya musim.
Reaksi penggemar ke pemain cukup keras.
Pellegrini dan Cristante dicemooh di Stadio Olimpico yang tidak lagi ramai di setiap pertandingan di bawah Ivan Juric.
Puncaknya terjadi saat AS Roma kalah dari Bologna, Minggu (10/11/2024).
Fans yang hadir menyoraki para penggawa Serigala Ibu Kota, begitu juga pelatihnya.
Juric pun dipecat kurang dari satu jam setelah peluit akhir.
"Ivan adalah pelatih ambisius yang menuntut banyak hal dari para pemainnya.
"Ini bukan saatnya untuk mengevaluasi masalah teknis dan taktis, ia datang dalam situasi yang sangat sulit," jelas direktur olahraga AS Roma Florent Ghisolfi.
“Keluarga Friedkin dan saya menjalankan proyek jangka panjang yang sama, yaitu menang dan terus berinvestasi untuk mencapai tujuan itu.
“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Ivan Juric. Kami menyadari bahwa tidak mudah baginya dalam situasi ini.
"Kami berterima kasih kepadanya dan stafnya atas kerja keras mereka, dan kami mendoakan yang terbaik bagi usaha mereka di masa mendatang.”
Mungkin yang tidak mereka sadari adalah keputusan yang buruk menciptakan situasi yang "sangat sulit" bagi Ivan Juric.
Jika klub tidak mengadopsi struktur yang solid – termasuk merekrut CEO baru – dan model komunikasi yang berbeda, pelatih lain mana pun akan kesulitan seperti pelatih asal Kroasia itu.
(*)