SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Fans Sriwijaya FC tentu mengkhawatirkan jika manajemen Sriwijaya FC yang menjalankan klub tidak segera mengambil langkah kongkrit menyelamatkan tim ini.
"Kita menyayangkan kalau sampai ini terjadi," kata Capo Tifoso Ultras Palembang Qusoi SH, pentolan salah satu kelompok suporter Sriwijaya FC.
Manajemen Sriwijaya FC harus segera melakukan eksyen terkait kebutuan permasalahan finansial yang membuat keterpurukan di musim kompetisi Pegadaian Liga 2 2024/25 ini.
Sebanyak 27 pemain Sriwijaya FC melayangkan surat pernyataan kepada manajemen kompak 'mogok main' jelang laga home Pegadaian Liga 2024/25 menjamu PSPS Pekanbaru, Sabtu (14/12/2024) mendatang.
Sebab jika merujuk regulasi Kompetisi Liga 2 2024/25 Pasal 7 terkait pengunduran diri setelah kompetisi dimulai akan ada konsekuensi sanksinya.
a. Seluruh hasil Pertandingan yang telah dijalankan oleh klub yang mengundurkan diri dibatalkan dan dinyatakan tidak sah.
Seluruh poin dan gol yang diraih dalam pertandingan-pertandingan tersebut, baik oleh klub tersebut dan klub lawan, tidak akan dihitung dalam hal menentukan klasemen akhir dan dihilangkan dari Klasemen Pegadaian Liga 2;
b. Seluruh pertandingan terjadwal dari klub yang mengundurkan diri akan dibatalkan;
c. Klub yang mengundurkan diri harus membayar biaya kompensasi terhadap kerugian yang timbul dan dialami oleh klub lainnya, PSSI, LIB (Liga Indonesia Baru), sponsor, televisi dan pihak terkait lainnya. Nilai kompensasi akan ditetapkan oleh LIB;
d. Diskualifikasi terhadap klub yang mengundurkan diri dari Pegadaian Liga 2 di 2 musim berikutnya dan hanya dapat bermain di kompetisi yang akan ditentukan oleh PSSI;
e. Klub yang mengundurkan diri dihukum denda sebesar Rp 2.000.000.000,(dua milyar rupiah) apabila mengundurkan diri pada putaran 1 dan sebesar Rp 3.000.000.000,(tiga milyar rupiah) apabila mengundurkan diri pada putaran 2 dan/atau putaran final;
f. Klub yang mengundurkan diri dapat dilaporkan ke Komite Disiplin PSSI untuk mendapatkan sanksi tambahan; dan
g. Klub yang mengundurkan diri harus mengembalikan seluruh kontribusi yang telah diterima yang terkait penyelenggaraan Pegadaian Liga 2.
Sriwijaya FC diperkirakan bakal dinyatakan WO (Walk Out) dengan skor 0-3 jika sampai tidak ada pemain yang akan bertanding di laga Sriwijaya FC vs PSPS Pekanbaru yang dijadwalkan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sabtu (14/12/2024) pukul 15.30 nanti.
"Dengan ini menyatakan kami seluruh pemain Sriwijaya FC tidak akan mengikuti pertandingan tanggal 14 Desember 2024 vs PSPS Pekanbaru sebelum semua hak kami dibayarkan/diselesaikan," tulis pernyataan 27 pemain di atas materai Rp 10 ribu, Sabtu (7/12/2024).
Pernyataan para penggawa Sriwijaya FC ini terkait tuntutan ini telah disampaikan kepada manajemen Sriwijaya FC dan paling lambat hari ini Senin (9/12/2024) sudah ada solusi.
Sebelumnya fans Sriwijaya FC dikejutkan dua pemain Laskar Wong Kito yang telah berpamitan di akun pribadinya.
Bek Ade Suryana angkat koper dari Hotel Majestic Jl Sumpah Pemuda Palembang tempat menginapnya skuat tim Sriwijaya FCm dikabarkan bakal bergabung dengan Dejan FC.
Kemudian striker andalan Sriwijaya FC asal negara Bhutan Chencho Gyeltshen dikabarkan akan bergabung dengan PSKC Cimahi.
Adaun 27 pemain Sriwijaya FC itu yakni;
Menurut para penggawa Sriwijaya FC, mereka hanya meminta hak-hak pemain diselesaikan semua karena sudah jalan 2 bulan gaji belum dibayar.
"Parahnya lagi DP (Down Payment) sudah jalan 3 bulan belum dibayar. DP yang parah. Dimana-mana kalau DP kan di depan. Ini belum mereka selesaikan,"
Para penggawa Sriwijaya FC ini seyogiyanya dibayarkan gajinya setiap bulan paling lambat pada tanggal 15.
"Jangan janji-janji. karena kita di sini sudah melakukan kewajiban kita," pungkasnya.
Sementara Manajer Sriwijaya FC Ajie Syahrial Bastari mengaku masih mencarikan solusi untuk memenuhi tuntutan hak-hak para pemain.
"Iya, lagi dicari solusi," kata Ajie.
Seperti diketahui Sriwijaya FC saat ini sudah dipastikan tidak lolos babak 8 besar Pegadaian Liga 2 2024/25 dan harus menjalani babak play-off degradasi.
Dari 12 laga yang sudah dijalani, Laskar Wong Kito hanya mengantongi 7 poin dan berada di peringkat 8 klasemen sementara grup 1.