TRIBUNJAKARTA.COM -  Sri Meilina atau Lina Dedy, ibunda Lady Aurellia Pramesti mahasiswi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sriwijaya (Unsri) kini hanya tertunduk mengenakan masker. 

Ia menyampaikan permintaan maaf kepada Luthfi, Dokter Koas Unsri yang dianiaya oleh Datuk  sopir sekaligus kerabatnya di sebuah kafe di Jalan Demang Lebar Daun Palembang beberapa waktu lalu.

Lina Dedy nekat melabrak Lutfhi karena kesal terkait jadwal piket yang diberikan Luthfi menggangu waktu kumpul keluarga.

Sri Meilina merasa janggal dengan jadwal praktek dokter koas yang dijalani Lady hingga berujung penganiayaan terhadap Luthfi.

Kini Lina Dedy bersama sang anak Lady Aurellia Pramesti  menjalani pemeriksaan di Polsek Ilir Timur II.

"Saya atas nama pribadi dan keluarga meminta maaf kepada ananda Luthfi dan keluarga atas kejadian pemukulan yang dilakukan sopir saya, Fadilla," ujar Lina yang tertunduk dan menggunakan masker usai menjalani pemeriksaan di Polsek Ilir Timur II, Selasa (17/12/2024) dini hari.

Tak hanya itu,  Lady Aurellia Pramesti mahasiswi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sriwijaya (Unsri) disebut sudah meminta maaf ke Muhammad Luthfi, dokter koas FK Unsri yang dianiaya sopir keluarga Lady.

Tim kuasa hukumnya, Bayu Prasetya Andrinata SH mengungkapkan Lady sudah menyampaikan permohonan maaf ke Luthfi via chat atas apa yang dialami.

Bayi melanjutkan, upaya untuk bertemu keluarga Luthfi sudah dilakukan.

Namun, saat ini pihaknya masih menghormati keputusan keluarga yang belum ingin bertemu.

"Ketika ada kesempatan kita akan coba untuk bertemu keluarga. Cuma kami juga mengerti keluarga belum bisa ditemui, kami menghormati," ujar Bayu.

KLIK SELENGKAPNYA: Tabiat Lady Aurellia Pramesti Selama Koas di RS Siti Fatimah, Palembang, Terbongkar. Alasan Dokter Koas Unsri Tak Melawan Saat Dianiaya Sopir.
KLIK SELENGKAPNYA: Tabiat Lady Aurellia Pramesti Selama Koas di RS Siti Fatimah, Palembang, Terbongkar. Alasan Dokter Koas Unsri Tak Melawan Saat Dianiaya Sopir. 

Setelah dicecar 35 pertanyaan oleh penyidik pada pemeriksaan yang berlangsung tadi malam, kliennya siap apabila diminta kembali oleh penyidik memberikan keterangan.

"Kami belum tahu apakah bakal dipanggil lagi atau tidak, yang pasti kami akan kooperatif, " katanya.

Sri Meilina bersama putrinya Lady Aurellia Pratiwi diperiksa polisi selama 11 jam terkait tindak penganiayaan yang dilakukan sopirnya terhadap Luthfi, dokter koas FK Unsri, Senin (16/12/2024). 

Hadir sekitar pukul 13.00 WIB, ibu dan anak itu baru selesai menjalani pemeriksaan pada pukul 00.00 WIB. 

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumsel, Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo, mengatakan kini status Lina Dedy dalam kasus tersebut masih sebagai saksi.

"Kita dalami dulu peran ibunya seperti apa, apakah ada terkait penganiayaan," kata Kombes Pol M Anwar.

Tak hanya Lina Dedy, sang putri, Lady Aurellia juga kini berstatus sebagai saksi.

Keduanya diperiksa oleh Tim Penyidik Unit V Subdit III Jatanras Polda Sumsel di Polsek Ilir Timur 2 Palembang. 

Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo mengatakan, alasan pemindahan tempat pemeriksaan dari Polda Sumsel ke Polsek Ilir Timur II Palembang tersebut bukan dari pihak polisi melainkan permintaan saksi dan kuasa hukumnya.

"Dari pihak saksi melihat semakin krodit (keramaian) berseliweran berita-berita, kemudian yang bersangkutan juga untuk bisa fokus. Meminta dipindahkan ke tempat lain, kami tetap masih berada di wilayah hukum Polda Sumsel, di kantor kepolisian Polsek dalam rangka mencari fakta hukum," ujar Anwar, seperti dikutip dari live Kompas TV, Selasa (17/12/2024).

Bukan tanpa dasar, Anwar menegaskan pemindahan tempat pemeriksaan itu juga sebagaimana diatur Pasal 113 KUHAP yang mengatur.

Dimana pasal tersebut berbunyi 'Jika seorang tersangka atau saksi yang dipanggil memberi alasan yang patut dan wajar bahwa ia tidak dapat kepada penyidik yang melakukan pemeriksaan, penyidik itu datang ke kediamannya'.

"Itu tertuang di pasal 113 KUHAP ada aturannya, " katanya ketika dikonfirmasi.

Anwar menambahkan, saat ini penyidik masih mengumpulkan alat bukti apakah nantinya ada tersangka lain.

"Sampai saat ini kami masih mengumpulkan alat bukti apakah ada tersangka baru," katanya.

Kolase Foto Sri Meilina, ibunda Lady Aurellia Pramesti dan rumah mewah keluarga Dedy Mandarsyah, ayah Lady Aurellia Pratiwi.  Sri Meilina , ibunda Lady Aurellia Pramesti hanya tertunduk mengenakan masker. Dulu ia melabrak Luthfi, dokter koas Unsri. Rumah mewahnya terbongkar. (Kolase Foto TribunJakarta/TribunSumsel)

Keluar Lewat Jalur Tikus

Ibu dan anak itu didampingi kuasa hukumnya tiba di Mapolsek Ilir Timur II sejak Senin (16/12/2024) sekitar pukul 13:00 WIB siang dan pemeriksaan selesai hingga pukul 00:00 WIB, Selasa (17/12/2024) dinihari.

Untuk menghindari awak media, Lady melewati 'jalur tikus' pintu belakang Polsek dan berlarian dengan seorang perempuan menuju mobil Pajero putih yang sudah menunggu sekitar 30 menit sebelum pemeriksaan selesai.

Sedangkan Sri Meilina, ibunya bersama tim kuasa hukum keluar lewat pintu depan ruangan penyidik dan menjumpai wartawan.

Tim kuasa hukum Sri Meilina dan Lady, Titis Rachmawati dan Bayu Prasetya Andrinata mengatakan, penyidik mencecar ibu dan anak itu masing-masing 35 pertanyaan.

"Masing-masing ditanyai 35 pertanyaan oleh penyidik, materinya seputar pada saat kejadian dan penyebab dari terjadinya penganiayaan, dan sebelum ada kejadian," ujar Titis.

Titis mengungkap alasan pemeriksaan saksi dilakukan di tempat yang berbeda atas permintaan penyidik, dikarenakan banyak media yang meliput dan kondisi kliennya yang sangat drop.

"Karena penyidik banyak menganggap media yang meliput dan klien kami juga drop jadi kami diperintahkan (pemeriksaan) di area sini, toh ini juga masih di kantor polisi. Dengan banyak media kondisi klien kami menjadi tidak tenang," ujarnya.

Titis menambahkan kedatangan kliennya memenuhi proses pemeriksaan yang berjalan dan berharap kasus tersebut cepat selesai.

"Klien kami bersedia datang dan menjalani pemeriksaan, supaya masalah ini cepat selesai dan memastikan status tersangka penganiayaan. Tadi kami datang sejak pukul 1 siang dan pemeriksaan selesai sekitar pukul 12 malam," tandasnya. 

Penjelasan RSUD Siti Fatimah Palembang

RSUD Siti Fatimah Palembang buka suara terkait jadwal piket koas yang menjadi pemicu aksi penganiayaan terhadap salah satu dokter koasnya. 

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siti Fatimah Az-Zahra Provinsi Sumsel dr. Syamsuddin Isaac Suryamanggala, Sp.OG mengatakan, terkait pengaturan jadwal jaga mahasiswa selama praktik dilaksanakan berdasarkan hasil musyawarah mahasiswa profesi dokter yang telah disetujui dan ditandatangani oleh chief dan diserahkan ke koordinator pendidikan mahasiswa profesi dokter.

"Sebagai Rumah Sakit Pendidikan, RSUD Siti Fatimah hanya menyiapkan fasilitas sarana prasarana yang dibutuhkan," katanya, Selasa (17/12/2024).

Menurutnya, seperti yang sudah disampaikan dalam press rilis, RSUD Siti Fatimah menyampaikan keprihatinan atas terjadinya insiden pemukulan Mahasiswa Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. 

"Tindakan kekerasan apapun tidak dapat dibenarkan dan kami mengecam dengan tegas setiap bentuk kekerasan yang terjadi baik di dalam RSUD Siti Fatimah maupun di luar RSUD Siti Fatimah," katanya 

Menurutnya, Mahasiswa Profesi Dokter tersebut (Lutfi dan Lady)  pernah melaksanakan kegiatan pendidikan klinis sebagai Dokter Muda dan melaksanakan praktik di RSUD Siti Fatimah.

Terkait pengaturan jadwal jaga Mahasiswa selama praktik dilaksanakan berdasarkan hasil musyawarah mahasiswa profesi dokter yang telah disetujui dan ditandatangani oleh Chief dan diserahkan ke koordinator pendidikan mahasiswa profesi dokter.

Lalu, sebagai Rumah Sakit Pendidikan, RSUD Siti Fatimah menyiapkan fasilitas sarana prasarana yang dibutuhkan.

Sedangkan terkait kejadian pemukulan Mahasiswa profesi dokter yang terjadi di luar lingkungan RSUD Siti Fatimah dan bukan saat jam praktik mahasiswa profesi dokter tersebut.

Pihak RSUD Siti Fatimah tidak mengetahui adanya pertemuan antara Mahasiswa profesi dokter dengan orang tua Mahasiswa tersebut.

Menurutnya, RSUD Siti Fatimah terus berusaha dan fokus pada segala upaya untuk memberikan dan meningkatkan pelayanan yang optimal kepada masyarakat yang membutuhkan, sesuai dengan visi RSUD Siti Fatimah menjadi Rumah Sakit Umum Rujukan Provinsi dan Rumah Sakit Pendidikan yang mampu mewujudkan pelayanan yang bermutu, profesional, efisien, dengan standar pelayanan kelas dunia. 

"Selanjutnya terkait masalah yang sedang ramai di media bahwasanya hal ini sudah masuk penyelidikan kasus hukum, kami tidak dapat memberikan tanggapan apapun. Jadi segala sesuatu yang ingin ditanyakan silahkan langsung tanyakan ke penyidik hukum di kepolisian, terimakasih atas perhatiannya," katanya.

Sementara itu Tribun Sumsel sudah berupaya menghubungi Lutfi melalui keluarganya maupun Athiya (teman Lutfi) yang juga koas di RS Siti Fatimah, namun tidak ada respon sama sekali.

Rumah Mewah Terbongkar

Rumah mewah yang disebut milik keluarga Dedy Mandarsyah, ayah Lady Aurellia Pratiwi dokter koas FK Unsri kini turut jadi sorotan seiring kasus penganiayaan yang dilakukan sopirnya viral. 

Berlokasi di  Jalan Supeno Kelurahan 26 Ilir Kecamatan Ilir Barat I Kota Palembang, rumah milik Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat (Kalbar) itu terlihat sedang dalam proses renovasi.

Letak rumah ini tak jauh dari Kantor PWI Sumsel. 

Saat dikonfirmasi, ketua RT 23 lokasi H Firmansyah melalui anaknya membenarkan bahwa rumah yang sedang direnovasi itu adalah milik orangtua Dedy Mandarsyah.

"Benar, rumah yang berada di depan itu milik pak Dedy. Sekarang masih dalam pekerjaan rehab," kata anak Firmansyah, Selasa (17/12/2024).

Terlihat kesibukan pekerja yang sedang melakukan berbagai pekerjaan renovasi di rumah tersebut.

Bangunan yang bercat putih itu, pintu masuk selalu tertutup rapat, sesekali saja terbuka apabila bahan bangunan masuk, baru pintu gerbang tersebut terbuka. 

Informasi yang dihimpun, rumah mewah ini sudah lama dikerjakan belum selesai-selasai.

"Rumah ini milik pengusaha butik ternama di Kota Palembang," kata ibu-ibu di sekitaran rumah Dedy.

Ibu-ibu yang masih bertetangga tak begitu jauh dari kediaman rumah Dedy yang baru direhab itu, mengaku jarang melihat pemiliknya yang berbadan putih, kurus dan cantik itu. 

"Ibunya itu seperti orang China, kurus tinggi dan cantik. Tapi sudah beberapa hari ini tak melihat biasa membawa mobil," ungkapnya. (TribunJakarta.com/TribunSumsel)

 

Baca Lebih Lanjut
Akhirnya Muncul, Lina Ibu Lady Tertunduk Minta Maaf ke Luthfi Dokter Koas FK Unsri usai Dianiaya
Weni Wahyuny
Kelakuan Ngelunjak Lady Aurellia saat Koas Diungkap Luthfi, Si Ibu Tak Terima Putrinya Disebut Manja
Mujib Anwar
Profil Lady Aurelia Pramesti, Mahasiswi FK Unsri yang Sopirnya Pukul Ketua Dokter Koas di Palembang
Sindonews
Kelakuan Dokter Koas Lady Aurellia Kini Dikuliti Imbas Temannya Dianiaya Sopir karena Jadwal
Torik Aqua
BREAKING NEWS : Datuk, Penganiaya Luthfi Dokter Koas FK Unsri jadi Tersangka, Kepala Tertunduk
Weni Wahyuny
Sindiran dr Tompi ke Lady,Dokter Koas FK Unsri Pemicu Sopir Aniaya Rekan Sesama Koas: Mending Keluar
Weni Wahyuny
Profil Keluarga Dokter Koas Luthfi Tak Sembarangan, Kini Status Studi Lady Aurellia Dibekukan Kampus
Mujib Anwar
Sosok Ibu Lady Pemicu Penganiayaan Dokter Koas Palembang, Protes Anaknya Masuk saat Libur Tahun Baru
Titis Suud
'Mending Keluar' Tompi Sindir Lady Soal Kasus Pemukulan Dokter Koas Gegara Jadwal Jaga di Palembang
Frida Anjani
PADAHAL Garang Pukuli Dokter Koas Lutfi, Sopir Dokter Koas LD Kini Ciut Minta Jalur Damai
Liska Rahayu