Grid.ID - Sosok Siomay Racing baru-baru ini jadi sorotan.

Nisan atau yang dikenal dengan sebutan Siomay Racing, diduga meninggal dunia pada Minggu (26/1/2025).

Siomay Racing meninggal dunia karena sakit.

Dilansir dari Tribunnewsbogor.com, Bang Nisan meninggal saat tengah berjualan di pinggir jalan wilayah Bekasi, Jawa Barat.

Penjual Siomay Racing itu ditemukan tak bernyawa di flyover dengan kondisi kaku.

Beberapa netizen menduga Siomay Racing meninggal dunia lantaran angin duduk.

Kabar kematian Siomay Racing itu pun langsung menghebohkan pengguna Tiktok.

Lantas siapakah sosok Siomay Racing sebenarnya?

Dilansir dari Kompas.com, Nisan, seorang penjual siomay yang dikenal dengan nama panggilan Siomay Racing.

Pria asal Cibitung, Kabupaten Bekasi, ini viral di media sosial berkat karakternya yang jenaka dan unik.

Nisan selalu dapat melontarkan lelucon dengan logat khas Betawi Bekasi ketika pelanggan mengejeknya.

Karakternya yang humoris itu membuatnya dekat dengan para pelanggan.

Ia tak pernah merasakan hati tersakiti atau marah atas perlakuan pelanggannya.

Nisan justru membuat suasana jual beli siomaynya semakin hangat dan menyenangkan.

Salah satu pelanggan Nisan, Ranti pun merasa kehilangan sang penjual siomay.

Menurutnya, Nisan adalah representasi masyarakat Bekasi yang nyablak tetapi tetap ramah.

“Ramah banget ke segala usia. Kehilangan pasti, susah nemuin siomay yang enak dan cara melayaninya seru seperti dia,” ucap Ranti saat berbincang dengan Kompas.com pada Senin (27/1/2025).

“Saya kalau beli dipanggilnya Nona. Kalau lewat depan rumah, ciri khasnya teriak 'kiw kiw'. Enggak berhenti sampai yang beli bilang 'cukurukuk'," ungkap Ranti.

Tagline "just kidding forever, underpass flyover" kerap diucapkannya saat melontarkan lelucon, dan kini menjadi salah satu kenangan yang melekat pada dirinya.

“Enggak pernah lepas dari taglinenya 'just kidding forever, underpass flyover', yang mana flyover malah jadi tempatnya berpulang,” imbuh Ranti dengan nada haru.

Tak disangka, Flyover menjadi tempat terakhirnya sebelum berpulang.

Sementara itu, kabar kepergian Nisan juga sempat diungkap keluarga.

Kabar meninggalnya Nisan disampaikan langsung oleh pihak keluarga melalui story akun Instagram-nya, @somayracingg88.

"Innalillahi wainnailaihi rojiun..... mohon do'a yah, dah mohon maaf bilah alm selama hidup banyak salah. Hp alm dipegang saudara," tulis @somayracingg88 dalam story-nya. Kompas.com telah menghubungi pihak keluarga lewat Instagram, namun belum direspons.

Pihak keluarga mengajak pengikut Nisan di Instagram-nya untuk mendoakan almarhum.

"Kita doakan ya teman-teman untuk almarhum bapak Nisan bin Nasan, semoga almarhum khusnul khotimah dan diterima di sisi Allah dengan sangat baik. Bila ada salah kata atau perbuatan, sengaja maupun tak sengaja, tolong dimaafkan seikhlas-ikhlasnya, alfatiah," kata pihak keluarga.

Pihak keluarga juga mengingatkan agar tidak menyebarkan video lokasi meninggalnya Nisan.

"Tolong yang punya video almarhum di TKP jangan disebarluaskan ya, tolong pengertiannya," tambah pihak keluarga.

Baca Lebih Lanjut
SOSOK Penjual Ikan Sujud di Kaki Oknum Polisi di Sumsel, Pemicu Terkuak, Endingnya Nangis di Jalan
Angel aginta sembiring
Viral Ada Mayat di Flyover Medan, Polisi Bantah: Itu ODGJ Tidur
KumparanNEWS
Sosok Putri Indah Sari, Gadis Gowa Ditemukan Tewas di Sawah, Usia 19 Tahun, Seorang Pekerja
Weni Wahyuny
Buruh Tani di Probolinggo Ditemukan Tewas dengan Luka Tusuk di Pinggir Musala
Taufiq Rochman
Bocah SD di Jember Teler Usai Pesta Miras, Polisi Amankan Penjual Araknya
Dyan Rekohadi
Ikan Lumba-lumba Ditemukan Mati Tersangkut di Pagar Laut di Bekasi, Nelayan: Baru Pertama Kalinya
Sindonews
Geger Jasad Pria Tergeletak di Musala di Prolinggo, Ditemukan Luka Tusuk 
Dyan Rekohadi
Sosok Wenni Silitonga Mahasiswi UI yang Viral Jadi Tukang Parkir, Ternyata Adiknya Juga Berprestasi
Hilda Rubiah
Viral Penjual Ikan Berlutut ke Oknum Polisi di Palembang, Kunci Motor Ditahan setelah Cipratan Air
Randy P.F Hutagaol
Pria Tunawicara di Probolinggo yang Dirampok Rp100 Juta Meninggal, Alami Luka Serius di Kepala
Nanda Lusiana Saputri