TRIBUNSUMSEL.COM - Mengenal sosok Enrico Tambunan, adik Denada menangis pilu minta pemakaman sang ibu, Emilia Contessa diundur. 

Diketahui, Emilia Contessa telah meninggal dunia pada Senin (27/1/2025) kemarin.

Rencana semula Emilia Contessa akan dimakamkan pada Selasa (28/1/2025) pukul 14.00 WIB.

Namun, anak laki-laki Emilia Contessa yang kini tinggal di Australia, Enrico Tambunan, meminta pemakaman ibunya diundur hingga pukul 15.00 WIB.

Permintaan ini diungakpkan Enrico  karena adik laki-laki Denada ini sedang dalam perjalanan penerbangan dari Australia menuju Bali, untuk kemudian melanjutkan perjalanan via darat dari Bali ke Banyuwangi.

(kiri)Enrico Tambunan dan Denada Tambunan. (kiri) Emilia Contessa semasa hidup. Anak kandung Emilia Contessa, Enrico Tambunan yang kini tinggal di Australia, meminta pemakaman ibunya diundur, berharap bisa melihat terakhir kali
(kiri)Enrico Tambunan dan Denada Tambunan. (kiri) Emilia Contessa semasa hidup. Anak kandung Emilia Contessa, Enrico Tambunan yang kini tinggal di Australia, meminta pemakaman ibunya diundur, berharap bisa melihat terakhir kali (ig/enricotambunan/senator_emiliacontessa)

Lantas siapakah sosoknya ?

Adik kandung Denada seorang lelaki bernama Enrico Whenry Rizky Tambunan atau yang lebih akrab dengan nama Rico Tambunan.

Anak kedua Emilia Contessa ini bisa dibilang sangat sukses.

Ia pernah menjabat sebagai Vice President Commonwealth Bank di Australia.

Untuk diketahui, Commonwealth Bank adalah institusi perbankan terbesar keenam di dunia.

Penyebab Meninggalnya Emilia Contessa
Penyebab Meninggalnya Emilia Contessa (Instagram Emilia Contessa)

Rico memiliki akun Instagram bernama @enricotambunan yang kini sudah mempunyai 21 ribu pengikut.

Melalui akun itu, Rico kerap mengunggah potret kehidupannya bersama anak dan istri.

Dilihat dari berbagai unggahannya, Rico dan keluarga sering menetap di luar negeri yang diduga lantaran pekerjaan Rico.

Minta Pemakaman Ibu Diundur

Anak laki-laki Emilia Contessa yang kini tinggal di Australia, Enrico Tambunan, meminta pemakaman ibunya diundur hingga pukul 15.00 WIB.

Permintaan ini diungakpkan Enrico  karena adik laki-laki Denada ini sedang dalam perjalanan penerbangan dari Australia menuju Bali, untuk kemudian melanjutkan perjalanan via darat dari Bali ke Banyuwangi.

“Enrico nelpon saya nangis, minta pemakaman diundur, karena sudah lama tidak bertemu,” kata adik ipar Emilia, Ratih Puspitadewi, di rumah duka, Selasa (28/1/2025).

Namun, dikatakan Ratih, setelah menimbang-nimbang waktu perjalanan, cukup kecil peluang untuk Enrico bisa melihat jasad ibunya untuk terakhir kali. 

“Kemungkinan baru sampai jam 6 nanti,” ujar Ratih.

Momen Terakhir Emilia Contessa

Dua jam sebelum meninggal dunia, yaitu pukul 16.00 WIB, Emilia yang dijaga oleh adik kandung dan adik iparnya ternyata tiba-tiba minta difoto bersama. 

“Ayo foto, saya ingin foto dengan adik kesayanganku,” kata Ratih Puspitadewi, adik ipar Emilia Contessa, yang menirukan ucapan almarhum, saat ditemui di rumah duka, Banyuwangi, Selasa (28/1/2025).

Ratih kemudian mengambil foto kedua saudara tersebut menggunakan ponselnya untuk kemudian dikirimkan kembali ke nomor ponsel Emilia. 

Foto tersebut adalah foto terakhir yang menjadi kenangan dan akan disimpan dengan baik oleh adik Emilia, Dino Rosano Hansa, maupun istrinya, Ratih.

Emilia, penyanyi lawas Indonesia yang pernah dijuluki Singa Asia berpulang di usia ke-67 tahun. 

Jenazah kini disemayamkan di rumah duka di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Banyuwangi, dan rencananya akan dimakamkan di area pemakaman Kantor Pemda Banyuwangi di Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Banyuwangi.

Permintaan Terakhir Emilia Contessa

Sementara disisi lain, Manajer Denada, Risna Ories pun mengungkapkan permintaan Emilia yang belum sempat diwujudkan.

Rupanya, penyanyi yang kerap disapa Emil itu sempat ingin menggelar konser dan mengundang rekan sesama penyanyi.

"Beliau beberapa Waktu lalu sempat minta saya, telepon saya minta saya, beliau kepengin bikin satu konser gitu," ungkap Risna, dikutip dari YouTube Cumicumi, Selasa (28/1/2025).

"Sama teman-teman beliau lama, sama penyanyi-penyanyi lama," lanjutnya.

Emil disebut ingin membuat semacam reuni bersama rekan penyanyi.

Risna mengatakan, Emil sempat meminta bantuan dirinya untuk mengatur acara tersebut.

"Bikin reunian gitu, bikin konser. Bahkan beliau sempat meminta saya membantu beliau untuk meng-organize dan membuat event itu gitu," katanya.

Sayangnya, hingga Emil meninggal dunia, keinginan itu belum terlaksana.

"Belum, belum terlaksana," ujarnya.

Menurut Risna, Emil adalah sosok yang memiliki dedikasi tinggi.

Pasalnya, Emil tetap ingin berkarya meski usianya tak lagi muda.

"Walaupun beliau sudah sepuh tapi beliau itu nggak pernah berhenti untuk berkarya. Makanya dedikasinya luar biasa sekali pada dunia entertainment," tuturnya.

Lebih lanjut, Risna memaparkan bahwa ibunda Denada selalu berterima kasih lantaran ia selalu menemani Denada dan sang putri, Aisha.

"Kalau Tante Emil itu selalu nitipnya bilangnya gini, 'mbak, terima kasi banyak'. Selalu berterima kasih sih."

"'Terima kasih banyak sudah banyak membantu Mbak Dena, Aisha'. Apalagi di saat kemarin, beliau selalu ngomong gitu," ungkapnya.

Emil juga berpesan kepada Risna untuk selalu memberikan dukungan kepada Denada.

"Minta tolong Mbak Denanya selalu disupport, gitu. Saya bilang iya, iya, iya," terangnya.

Sementara diceritakan Sherly, rekan sejawat Emilia di Yayasan Starina (Solidaritas Artis Indonesia), bahwa sedianya Emilia akan menghadiri arisan yayasan tersebut pada Februari 2025 di Jakarta. 

"Kita ada agenda arisan yayasan di Jakarta, Februari besok,” terang Sherly yang tengah melayat di rumah duka, Selasa (28/1/2025). 

Dari arisan tersebut, mereka akan membahas rencana untuk menggelar konser yang sebelumnya telah dibicarakan.

“Dari arisan itu kita ngobrol ingin buat konser,” tutur dia. 

Meski belum mengetahui kapan akan digelar, Emilia disebutnya menyambut baik dan telah melakukan beberapa persiapan. 

"Beliau sudah beberapa kali latihan,” ujar Sherly.

Percakapan Terakhir Emilia dan Denada

Sementara, Risna Ories manajer Denada mengungkapkan percakapan terakhir bersama Emilia Contessa melalui telepon.

"Denada kan tahu ibunya diabetes. Jadi Dena minta mamanya jangan kebanyakan konsumsi makanan mengandung gula," ucapnya.

Dalam percakapan itu diakui Risna, Emilia Contessa mengikuti permintaan anaknya, karena Denada sangat khawatir tentang kesehatan sang ibunda.

"Ya mungkin Denda syok berat karena itu, dia sempat komunikasi dan masih bisa merespon komunikasi itu," ungkapnya.

Namun, diakui Risna, kalau Denada tak mau menunggu waktu lama untuk ke Banyuwangi karena ingin mendampingi jenazah Emilia Contessa, sebelum ditempatkan ke peristirahatan terakhirnya.

"Denada tadi dari Jakarta langsung ke Banyuwangi. Dia mau mengurusi semua pemakaman mamanya. Cuma belum tau akan di Jakarta apa di Banyuwangi," ujar Risna.

Sempat Ngeluh Sesak

Dino Rosano Hansa, adik bungsu mendiang Emilia Contessa, mengatakan, ibu penyanyi Denada itu dirujuk ke RSUD Blambangan, Senin pukul 7 pagi.

Mendiang Emilia Contessa dibawa ke rumah sakit setelah mengeluhkan sesak di bagian dada, dan perut.

"Pagi tadi dirujuk ke RSUD Blambangan setelah mengeluh sakit kemarin malam tapi baru masuk (rumah sakit) tadi pagi," kata Dino Rosano di rumah duka, Kelurahan Bakungan, Glagah, Banyuwangi, Senin malam, dilansir dari Wartakotalive.com.

Begitu masuk rumah sakit, Emilia Contessa segera mendapatkan penanganan dokter.

Namun staminanya terus turun dari waktu ke waktu.

"Sudah ditangani dokter, dari waktu ke waktu stamina terus turun sampai pukul 18.00 tadi meninggal," ucap Dino Rosano Hansa.

Koordinator Pelayanan Medis RSUD Blambangan Banyuwangi, dr Ayyub Erdianto, mengatakan, Emilia Contessa dinyatakan mengalami serangan jantung mendadak atau acute lung oedema atau edema paru.

"Kegagalan pompa jantung mengakibatkan oedema paru," katanya.

"Pompa jantung bermasalah mengakibatkan sesak berat," jelas Ayyub Erdianto.

Emilia Contessa kemudian mendapatkan penanganan medis dari spesialis jantung RSUD Blambangan, dr Nelly Mulyaningsih.

"Ibu Emilia serangan jantung akut dan diberikan obat-obatan," kata Ayyub.

RSUD Blambangan berencana memindahkan Emilia Contessa dari ruang inap menuju ICCU, namun dalam perjalanan, menghembuskan napas terakhirnya.

"Dalam perjalanan ke ICCU terjadi kondisi emergency, kondisi beliau memberat dan dilakukan resusitasi atau penanganan kegawatdaruratan," jelas Ayyub.

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

Baca Lebih Lanjut
Tinggal di Australia, Adik Denada Menangis Minta Pemakaman Emilia Contessa Sang Ibu Diundur
Weni Wahyuny
Adik Laki-laki Denada Menangis, Minta Pemakaman Emilia Contessa Diundur, Ini Keputusan Keluarga
Anita K Wardhani
Denada Tiba di Rumah Duka, Khusuk Doakan Jenazah Sang Ibu Emilia Contessa
Sri Wahyunik
Denada Tiba di Rumah Duka Banyuwangi, Khusyuk Doakan Jenazah sang Ibu Emilia Contessa
Dwi Prastika
Penyebab Emilia Contessa Meninggal Dunia, Ibunda Denada Dibawa ke Rumah Duka di Banyuwangi
Ndaru Wijayanto
Momen Emilia Contessa Minta Foto Bersama Adik Bungsu, 2 Jam Sebelum Meninggal Dunia
Kharisma Tri Saputra
Emilia Contessa Meninggal, Denada Tempuh Jakarta-Banyuwangi, Khusuk Doakan Jenazah Ibu di Rumah Duka
Taufiq Rochman
Potret Denada Tiba di Rumah Duka,  Khusyuk Berdoa di Samping Jenazah Emilia Contessa
Anita K Wardhani
BREAKING NEWS Denada Tiba di Banyuwangi, Khusuk Berdoa di Samping Jenazah Emilia Contessa
Titis Jati Permata
Emilia Contessa Meninggal Dunia Akibat Sakit, Ini Obrolan Terakhir Denada dengan Mendiang Ibunya
Irwan Wahyu Kintoko