SURYA.co.id - Inilah sosok Bripda Alief Sri Maulana Aziz, polisi baik dan ringan tangan yang bantu Tina, pemulung dengan bayinya di gerobak rongsokan. 

Bripda Alief merupakan anggota Polda Banten, Jawa Barat. 

Selain bertugas sebagai polisi, Bripda Alief seringkali membuat video membantu orang-orang tak berdaya.

Video tersebut kemudian diunggah Bripda Alief di akun Instagram pribadinya @aliefsrimaulana. 

Dalam unggahan Bripda Alief, terlihat ia suka membantu orang-orang yang sedang kesulitan. 

Bripda Alief juga membuka open donasi untuk masyarakat yang ingin membantu orang-orang yang ditemuinya tersebut. 

Terbaru, Bripda Alief membantu Tina, pemulung di Banten, Jawa Barat. 

Awalnya, Bripda Alief mengunggah momen pertemuan dengan Tina melalui Instagram  @aliefsrimaulana. 

Tampak seorang wanita sedang makan nasi kotak di dekat gerobak yang terparkir di pinggir jalan. 

Menariknya, ada seorang bayi yang tertidur lelap di dalam gerobak itu. 

Kondisi tersebut lantas menyita perhatian Bripda Alief. 

"Ketika sore hari, sekira jam setengah enam. Saya pulang dinas, bertemu Tina. Melihat dengan kondisi anaknya." 

"Hati saya tersentuh ingin menolongnya," cerita Bripda Alief saat hadir sebagai bintang tamu Program Pagi Pagi Ambyar Trans TV, Rabu (26/2/2025). 

Iba dengan kondisi Tina, Bripda Alief kemudian memberikan bantuan.  

Tak disangka, kisah Tina juga menarik atensi warganet yang ingin turut memberikan bantuan.  

"Saya bantu, mungkin tidak seberapa. Tapi dari netizen meminta buka donasi. Alhamdulillah, baru 3 hari sudah terkumpul Rp 10 juta lebih." 

"Bahkan, sampai saat ini banyak uang yang masuk." 

Uang donasi itu, kata Bripda Alief, akan menjadi modal usaha bagi Tina.  

"Biar tidak memulung lagi dan hidup layak," tambahnya. 

Karena kemurahan hati Bripda Alief, kini sang polisi banjir pujian dari warganet. 

Alasan Tina Bawa Bayi di Gerobak Rongsokan

Pada kesempatan yang sama, Tina menceritakan kehidupan sehari-hari yang bekerja mencari barang bekas. 

Setiap hari Tina bekerja mencari nafkah dengan mengumpulkan botol plastik dan barang-barang bekas. 

Profesinya menjadi tukang rongsok itu sudah ia jalani selama 7 tahun. 

Meski bekerja menjadi tukang rongsok, ternyata Tina masih memiliki suami. 

Sang suami juga bekerja sebagai pemulung. 

Karena alasan inilah, Tina terpaksa membawa bayinya yang masih berusia 3 bulan saat bekerja. 

“Di rumah gak ada yang jaga, karena kakaknya sekolah, dan dia menyusu ASI,” ujar Tina. 

Selain itu, di rumahnya tak ada yang kerabat karena Tina perantauan dari Lampung dan tinggal di Serang, Banten. 

Kemudian, Tina mengaku terpaksa menjadi pemulung karena tak ada pekerjaan lain. 

Kalau pun berdagang, Ibu Tinja mengaku tidak memiliki modal. 

Oleh karena itu bekerja memulung menjadi cara satu-satunya untuk bertahan hidup dan mendapat penghasilan. 

“Jalan satu-satunya yang tanpa modal kita ngambil barang bekas,” ujar Tina. 

Dari penghasilannya memulung, Tina dan suami hanya bisa mendapatkan hasilnya setelah 3 hari. 

Setelah 3 hari mengumpulkan barang bekas, mereka timbang dan jual ke pengepul. 

Dalam 3 hari tersebut terkadang Tina dan suami mendapatkan penghasilan Rp 150 ribu. 

Jumlah penghasilannya itu pun tergantung berapa banyak dan berat kiloan barang bekas yang mereka kumpulkan ke pengepul. 

BIasanya Tina berangkat bekerja mulai dari pagi hari sekira pukul 5 pagi hingga pukul 6 petang. 

Tina tak memungkiri perasaan sedih terpaksa harus membawa balitanya ikut memulung. 

Ia pun tak ingin balitanya itu kepanasan hingga terpapar polusi. 

Namun, apa daya kondisi keluarganya tak memungkinkan memberikan penghidupan yang layak bagi balitanya itu. 

“Sebenarnya sedih ya pak, cuma keadaan kita tidak mendukung, ya apa boleh buat,” ujarnya. 

Meski begitu, Tina tak lupa bersyukur dan menerapkannya sebagai prinsip hidup. 

 

Klik di sini untuk untuk bergabung 

Baca Lebih Lanjut
Rezeki Nomplok Tina Pemulung yang Bawa Bayi 3 Bulan di Gerobak, Banjir Donasi Berkat Bripda Alief
Musahadah
NASIB Tina Bawa Balita 3 Bulan Saat Memulung, Tidurkan Anaknya di Gerobak, Keberadaan Suami Disorot
Septrina Ayu Simanjorang
SOSOK Bripda A Polisi di Baubau Dipukuli Seniornya Sampai Pankreas Bocor, Pemicunya Terkuak
Angel aginta sembiring
Jasad Bayi Usia 9 Bulan Dikubur di Lahan Kosong, Polisi Tangkap Satu Orang
Haurrohman
Kronologi Polisi Aniaya Polisi, Bripda A Dipukuli Seniornya Hingga Pankreas Bocor
Rival al manaf
3 Sosok Baik yang Bantu Siswa SMA Pencuri Pisang Demi Hidupi Adek, Beri Kambing hingga Biaya Sekolah
Musahadah
Rumah di Depok Usai Dirusak-Nyaris Dibakar Massa Kini Digaris Polisi
Detik
Sosok Faiz Bocah Laki-laki yang Dipangku Raffi Ahmad di Malang: Dikira Rayyanza, Nagita Adopsi Lagi?
Murhan
SOSOK Eka Putra, Mandor Viral di Jambi Tendang Kuli Panggul, Kini Minta Maaf di Kantor Polisi
Septrina Ayu Simanjorang
SOSOK 2 TikToker Bikin Konten di Lokasi Banjir Lampung Berakhir Diamuk Warga, Kini Minta Maaf
Angel aginta sembiring