SURYAMALANG.COM | MALANG - Indonesia salah satu negara yang memiliki gunung primadona di dunia, yakni Gunung Cartenz, Provinsi Papua Tengah. 

Puncak Cartenz atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gunung Puncak Wijaya berada di wilayah Kabupaten Mimika. 

Dengan ketinggian mencapai 4.884 mdpl, pegunungan kars ini memiliki ciri khas diselimuti salju tropis. 

Puncak Cartenz yang berada di wilayah Benua Australia dan Oceania juga dijuluki menjadi puncak pulau tertinggi di Indonesia dan masuk ke dalam daftar seven summits atau tujuh puncak tertinggi di dunia. 

Dengan memiliki puncak ketinggian yang mencekam, pendakian Puncak Cartenz juga tergolong memakan biaya yang mahal. 

Sebenarnya berapa biaya yang dibutuhkan untuk mendaki pegunungan Cartenz? 

Dilansir dari Tribuntravel.com (grup SURYAMALANG.COM), biaya untuk mendaki ke Puncak Cartenz bisa mencapai 55 hingga Rp 65 juta per orangnya. 

Hal ini disebabkan oleh akses yang sulit dijangkau. 

Mulai dari biaya transportasi menuju wilayah Papua yang harus dilanjut menyewa pesawat ke dari Kota Nabine ke Desa Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. 

Tak hanya itu, selain biaya transportasi yang mahal, saat pendakian juga memerlukan menyewa jasa porter yang sekali perjalanan dapat mencapai seharga Rp 7-8 juta per orangnya, menurut Marketing Staff dari operator pendakian Indonesia Expeditions, Alvin Egie Perdana (dikutip dari Tribuntravel.com). 

"Yang buat mahal itu aksesnya sulit. Mesti pakai pesawat ke Desa Sugapa. Di sana biaya hidupnya belum pasti. Beda kalau seperti di Nepal," tutur Egie. 

Namun, selain biaya yang diperlukan untuk mendaki ke Puncak Gunung Cartenz, persiapan latihan fisik dan mental yang matang juga dibutuhkan untuk mendaki gunung ini. 

Hal ini mengingat adanya kabar duka yang datang dari dua perempuan pendaki asal Indonesia, Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono, yang berpulang akibat terserang hipotermia setelah mencapai puncak tertinggi di Gunung Cartenz pada Sabtu (1/03/25) silam. 

Dalam rombongan pendakian, terdapat penyanyi tanah air Indonesia, Fiersa Besari, yang selamat dari tragedi mematikan. 

Fiersa sendiri tergabung ke dalam tim yang berbeda dengan Lilie dan Elsa.

Ia bersama rekan timnya yang terdiri tiga orang, sementara Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono tergabung ke dalam tim yang terdiri dari empat orang. 

Fiersa turut menyampaikan ucapan belasungkawa kepada dua rekan pendakinya yang telah berpulang di perjalanan pendakian 

“Dalam tulisan ini, saya ingin memberikan ucapan belasungkawa yang terdalam. Turut berduka cita atas berpulangnya Bu Lilie Wijayanti Poegiono (Mamak Pendaki) dan Bu Elsa Laksono. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Semoga Bu Lilie dan Bu Elsa diberikan tempat terbaik di sisi-Nya", tulis Fiersa pada hari Senin (3/3/25), melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. 

Melalui tragedi ini, menjaga kesehatan fisik dan mental juga menjadi poin penting yang perlu dipersiapkan dalam melakukan pendakian ke Puncak Gunung Cartenz. (mg1)

Baca Lebih Lanjut
Daftar 15 Pendaki Ke Puncak Carstensz Papua, Dua Meninggal Dunia, Fiersa Besari Selamat
Wiwit Purwanto
Fiersa Besari Ungkap Kondisinya Usai Tragedi Puncak Cartenz, Ucap Belasungkawa untuk Lilie & Elsa
Frida Anjani
Fiersa Besari Selamat dari Tragedi Puncak Carstenz, Sang Istri Bongkar Isi Chat dan Pesan Sendu
Fidiah Nuzul Aini
Fiersa Besari Dievakuasi ke Timika, Sempat Tertahan di Yellow Valley Usai Pendakian Puncak Carstensz
Irwan Wahyu Kintoko
Daftar 15 Pendaki Naik Puncak Carstensz Papua, Fiersa Besari Selamat, Lilie dan Elsa Meninggal
Tribunnews
Fiersa Besari Buka Suara soal Pendakian di Puncak Carstensz
KumparanHITS
Profil Fiersa Besari, Musisi yang Selamat dari Cuaca Buruk Puncak Carstensz, 2 Rekannya Meninggal
Febri Prasetyo
2 Pendaki Meninggal di Carstensz, yang Lain Selamat Termasuk Fiersa Besari-Furky
Detik
Duka dari Cartenz
Detik
Akhirnya Muncul, Fiersa Besari Bagikan Kabar Kondisinya, Ceritakan Tragedi Maut di Carstensz
Putri Asti